JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP — Suasana berbeda tampak di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Sumenep, Senin (26/1/2026). Sejumlah anak-anak TK Al-Amanah Campor Barat tampak antusias menyusuri lingkungan rutan.
Bukan untuk berkunjung biasa, melainkan mengikuti kegiatan edukasi yang memperkenalkan dunia pemasyarakatan sejak usia dini.
Dalam kunjungan tersebut, anak-anak diajak melihat langsung aktivitas pembinaan warga binaan, salah satunya program kemandirian membatik.
Dengan polos dan penuh rasa ingin tahu, para siswa menyaksikan proses demi proses pembuatan batik, mulai dari menggambar motif di atas kain hingga tahap pewarnaan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan ini menjadi pengalaman baru bagi anak-anak. Selain mengenal seni membatik, mereka juga diperkenalkan pada nilai-nilai pembinaan, kreativitas, dan kemanusiaan yang diterapkan di lingkungan pemasyarakatan.
Kasubsi Pelayanan Tahanan Rutan Sumenep, Teguh, mengatakan bahwa kunjungan edukatif tersebut merupakan bagian dari upaya Rutan Sumenep untuk membuka diri kepada masyarakat.
“Pemasyarakatan bukan hanya soal pembatasan kebebasan. Di dalamnya ada proses pembinaan dan pemberdayaan. Kami ingin pemahaman itu dikenalkan sejak dini, termasuk kepada anak-anak,” kata Teguh disela-sela kegiatan.
Ia menambahkan, program membatik menjadi salah satu pembinaan unggulan yang bertujuan membekali warga binaan dengan keterampilan produktif.
“Harapannya, keterampilan ini bisa menjadi bekal ketika mereka kembali ke masyarakat nanti,” ujarnya.
Sementara itu, secara terpisah, Kepala Rutan Sumenep menegaskan bahwa kegiatan kunjungan edukatif dari lembaga pendidikan akan terus didorong sebagai bagian dari komitmen keterbukaan pemasyarakatan.
Menurutnya, Rutan tidak hanya berfungsi sebagai tempat menjalani pidana, tetapi juga sebagai ruang pembinaan dan edukasi sosial.
“Kami ingin Rutan Sumenep hadir sebagai institusi yang humanis, ramah anak, dan memberi nilai pembelajaran bagi masyarakat. Kunjungan seperti ini penting untuk menghapus stigma dan menumbuhkan empati,” tegas Karutan Sumenep.
Melalui kegiatan ini, Rutan Sumenep berharap dapat membangun pemahaman publik bahwa di balik tembok pemasyarakatan, terdapat proses pembinaan yang bertujuan membentuk kemandirian, keterampilan, serta harapan baru bagi warga binaan. (REDJAVA/$$$)








