JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Di tengah percepatan perubahan sosial, banjir informasi digital, serta tekanan hidup yang semakin kompleks, ketahanan mental kader organisasi kemasyarakatan menjadi isu krusial. Lemahnya mental kader tak hanya berdampak pada persoalan pribadi, tetapi juga berpengaruh langsung pada stabilitas, disiplin, dan arah gerak organisasi.
Merespons tantangan tersebut, Dewan Pimpinan Daerah Ahlulbait Indonesia (DPD ABI) Kabupaten Sumenep bersama Muslimah ABI menggelar upgrading pelatihan penguatan mental dan spiritual, Minggu (25/1/2026), di Yayasan Alhuda, Sumenep, Jawa Timur.
Kegiatan yang difasilitasi Departemen Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) DPW ABI Jawa Timur ini diikuti pengurus dan anggota ABI serta Muslimah ABI Sumenep. Selama kurang lebih empat jam, peserta diajak membaca ulang realitas hidup mulai dari tekanan personal, konflik sosial, hingga dinamika internal organisasi yang kian kompleks di era modern.
Ketua PSDM DPW ABI Jawa Timur, Ustadz Mukhtar Lutfi, menegaskan bahwa ketahanan mental tidak dapat dibangun secara instan atau seremonial, melainkan melalui proses penguatan yang berkelanjutan.
“Mental yang kuat tidak lahir dari situasi nyaman. Ia dibentuk dari kemampuan mengelola emosi, pikiran, dan sikap dalam tekanan,” kata Mukhtar.
Menurut Mukhtar, organisasi hanya akan kokoh jika ditopang kader yang stabil secara mental dan jernih dalam berpikir. Tanpa itu, gerakan mudah rapuh dan kehilangan orientasi.
“Penguatan mental adalah fondasi utama organisasi. Dari sana lahir konsistensi, kedisiplinan, dan keberanian mengambil sikap,” tegasnya.
Ia juga menyinggung karakter khas pengikut Ahlulbait yang melekat pada konsep intidhar penantian terhadap Imam Zaman afs yang menuntut kesiapan mental dan spiritual pada level yang lebih matang.
“Intidhar bukan sikap pasif. Ia menuntut kesiapan mental, kesabaran, dan komitmen jangka panjang terhadap nilai perjuangan,” tegasnya.
Dalam pelaksanaan pelatihan, Mukhtar didampingi Wakil Ketua PSDM DPW ABI Jawa Timur, Sayyid Ali Al-Haddad, yang turut memandu sesi diskusi dan pendalaman materi. Diskusi berlangsung dinamis. Sejumlah peserta menyampaikan pengalaman personal, mulai dari tekanan keluarga hingga tantangan menjaga konsistensi berorganisasi.
Sayyid Ali menilai antusiasme tersebut menunjukkan bahwa ruang penguatan mental menjadi kebutuhan riil kader saat ini.
“Ini bukan sekadar pelatihan organisasi, tetapi ruang aman bagi kader untuk belajar mengelola diri agar tetap teguh di tengah tekanan zaman,” ujarnya.
Divisi PSDM DPW ABI Jawa Timur berharap kegiatan upgrading ini menjadi langkah awal pembenahan kualitas sumber daya manusia di lingkungan DPD dan Muslimah ABI Sumenep, bukan berhenti sebagai agenda rutin semata. Targetnya adalah melahirkan kader yang berintegritas, tangguh secara mental dan spiritual, serta konsisten dalam menjalankan amanah organisasi.
Kegiatan ditutup sekitar pukul 17.30 WIB dalam suasana khidmat dan reflektif. Bagi para peserta, pelatihan ini bukan hanya bekal keorganisasian, melainkan bekal hidup untuk menghadapi realitas sosial yang semakin menantang ke depan. (REDJAVA/$$$)










