Tumpahan CPO di Gili Iyang Meluas, Bupati Sumenep Segera Lapor DLH Jatim

- Redaksi

Sabtu, 24 Januari 2026 - 18:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Sumenep Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, S.H., M.H.

Bupati Sumenep Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, S.H., M.H.

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP — Pemerintah Kabupaten Sumenep bersiap membawa insiden tumpahan minyak mentah kelapa sawit (crude palm oil/CPO) di perairan utara Pulau Gili Iyang ke level provinsi. Bupati Sumenep Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, S.H., M.H. menegaskan, penanganan pencemaran laut tersebut tidak bisa ditunda karena berpotensi menjadi bencana lingkungan berskala luas.

“Peristiwa tumpahan CPO ini bukan insiden biasa, melainkan ancaman serius terhadap ekosistem laut dan keselamatan ekonomi masyarakat pesisir,” kata Bupati Fauzi dalam keterangan tertulis, Sabtu (24/1/2026).

Menurut sosok orang nomor wahid di lingkungan Pemkab Sumenep menegaskan Pemkab Sumenep akan segera melaporkan secara resmi kejadian tersebut kepada Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur, mengingat kewenangan pengelolaan laut dan mitigasi pencemaran berada di tingkat provinsi.

“Kewenangan pengelolaan wilayah laut berada di pemerintah provinsi, sehingga laporan resmi akan kami sampaikan agar penanganan dilakukan secara komprehensif dan terukur,” tegasnya.

Bupati Fauzi menekankan, tumpahan CPO yang terus meluas di perairan Gili Iyang berpotensi merusak sistem ekologis laut dalam waktu singkat. Lapisan minyak sawit mentah yang mengapung dapat menghambat masuknya cahaya matahari dan pertukaran oksigen di laut.

“Jika dibiarkan, lapisan CPO ini bisa memicu hipoksia yang mematikan ikan, kerang, dan biota laut lainnya,” ujar Bupati Fauzi.

Ketua DPC PDI-P Sumenep juga mengingatkan bahwa dampak pencemaran tidak hanya berhenti pada rusaknya lingkungan, tetapi juga akan menghantam langsung mata pencaharian masyarakat pesisir.

Baca Juga :  Budak Sabu, Seorang Warga Asal Pulau Kangean Diringkus Polisi

“Nelayan akan menjadi pihak pertama yang merasakan dampaknya, karena laut adalah sumber hidup mereka,” jelas dia.

Selain ekosistem laut terbuka, Fauzi menyebut kawasan pesisir seperti mangrove dan terumbu karang berada dalam risiko tinggi akibat sifat lengket CPO yang mudah menempel dan sulit dibersihkan secara alami.

“Minyak sawit mentah bisa merusak akar mangrove dan terumbu karang, dan ini dampaknya bisa berlangsung bertahun-tahun,” ungkap Bupati Fauzi.

Atas kondisi tersebut, Pemkab Sumenep mengimbau masyarakat, khususnya warga pesisir Pulau Gili Iyang, untuk meningkatkan kewaspadaan dan membatasi aktivitas di sekitar area terdampak.

“Kami meminta masyarakat tidak mendekati area tumpahan untuk sementara waktu demi menjaga keselamatan dan kesehatan bersama,” tandasnya. 

Baca Juga :  PUTR Peringati Tahun Baru Islam, Bupati Fauzi Harap Semangat Berbagi Jadi Budaya OPD

Sebagaimana diketahui, tumpahan puluhan ton CPO di perairan Sumenep terjadi setelah kapal tongkang Indo Oncean Marine yang mengangkut minyak sawit mentah kandas dan mengalami kebocoran di pesisir utara Pulau Gili Iyang. Hingga Sabtu (24/1/2026), kapal tersebut masih dilaporkan tersangkut di atas karang, menyebabkan minyak terus keluar dari badan kapal.

Tumpahan CPO tidak hanya mencemari garis pantai, tetapi juga menggumpal di perairan tengah laut. Memasuki hari kedua, gumpalan minyak sawit mentah tersebut terbawa arus dan angin ke arah timur Pulau Gili Iyang, memperluas wilayah pencemaran dan meningkatkan kekhawatiran akan dampak ekologis yang lebih besar. (REDJAVA/$$$)

Follow WhatsApp Channel javanetwork.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

BERITA TERKAIT

Kakanwil Ditjenpas Jatim Kusnali Sambangi Rutan Sumenep, Kejar Paket hingga Batik Catra Tuai Apresiasi
Disdik Sumenep Dorong Dongeng Jadi Senjata Pendidikan Karakter Anak Sejak Dini
Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD
PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni
Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep
154 Warga Binaan Rutan Sumenep Terima Remisi HUT ke-81 RI, 2 Langsung Bebas
75 Paskibraka Sumenep Sukses Kawal HUT ke-81 RI, Honor Cair dan Evaluasi Besar Disiapkan
Camat Pragaan Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Kobarkan Nasionalisme dan Perkuat Kebersamaan Warga

BERITA TERKAIT

Rabu, 16 September 2026 - 08:22 WIB

Kakanwil Ditjenpas Jatim Kusnali Sambangi Rutan Sumenep, Kejar Paket hingga Batik Catra Tuai Apresiasi

Minggu, 13 September 2026 - 23:59 WIB

Disdik Sumenep Dorong Dongeng Jadi Senjata Pendidikan Karakter Anak Sejak Dini

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:32 WIB

Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep

BERITA TERBARU