JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Pergantian kepemimpinan di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Sumenep berlangsung penuh makna, bukan sekadar seremoni rutin birokrasi. Acara ini menjadi momen refleksi, penegasan nilai pengabdian, dan simbol kesinambungan kinerja institusi strategis pengelola pendapatan daerah.
Hadir dalam kegiatan tersebut seluruh ASN, non-ASN, dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Bapenda Sumenep, menunjukkan soliditas dan kebersamaan keluarga besar Bapenda.
Mantan Kepala Bapenda Sumenep, Faruk Hanafi, S.Sos., M.Si., secara resmi berpamitan setelah hampir dua tahun mengemban amanah. Didampingi istri, Faruk menyampaikan permohonan maaf serta rasa terima kasih kepada seluruh jajaran Bapenda yang telah menjadi bagian dari perjalanannya.
“Selama kurang lebih dua tahun saya berdinas di Bapenda Sumenep, tentu ada kekhilafan dan kekurangan. Untuk itu saya dan istri memohon maaf lahir dan batin kepada seluruh keluarga besar Bapenda,” kata Faruk Hanafi saat sambutan di Eks Hotel Utami, Rabu (22/1/2026).
Faruk yang akan melanjutkan tugas di Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Sumenep juga menitipkan pesan kuat tentang loyalitas dan profesionalisme ASN, menegaskan bahwa seluruh aparatur harus mendukung siapa pun pimpinan yang diberi amanah.
“Siapa pun yang memimpin, harus dan wajib kita bantu. Jangan ada perlakuan berbeda. ASN harus solid dan bekerja untuk kepentingan daerah,” tegasnya.
Selama 1 tahun 10 bulan 14 hari masa kepemimpinannya, Faruk berhasil membawa Bapenda Sumenep melalui fase penting. Di bawah kepemimpinannya, Bapenda mencatatkan capaian kinerja yang menorehkan sejarah bagi institusi, sekaligus memperkuat fondasi pengelolaan pendapatan daerah.
Tongkat estafet kepemimpinan kini berada di tangan Ferdiansyah Tetrajaya, S.H., M.H., yang resmi menjabat Kepala Bapenda Sumenep. Dalam sambutannya, Ferdiansyah memberikan penghormatan tinggi atas dedikasi Faruk, sembari menegaskan komitmennya menjaga kesinambungan kinerja.
“Bapenda adalah keluarga besar. Semua tugas, capaian, dan tantangan merupakan tanggung jawab kita bersama. Pisah tugas adalah hal yang wajar dalam birokrasi, tandhe pangesto,” ujar Ferdiansyah Tetrajaya.
Ferdiansyah Tetrajaya menekankan bahwa keberhasilan institusi tidak berdiri di atas kerja satu orang. Capaian selama masa kepemimpinan Faruk adalah hasil kerja kolektif seluruh jajaran Bapenda.
“Ini adalah sejarah pertama yang ditorehkan di masa kepemimpinan Pak Faruk. Keberhasilan pimpinan sejatinya adalah keberhasilan kita semua,” katanya.
Selain menyoroti kinerja, mantan kepala Dispusip Kabupaten Sumenep juga menekankan integritas dan kedisiplinan sebagai fondasi utama keberhasilan institusi.
“Saya pribadi belum pernah berutang karena gaji yang saya terima berkah, seiring dengan kedisiplinan dalam bekerja. Kita tidak boleh stagnan, kita harus terus berpikir kreatif untuk meningkatkan pendapatan daerah,” tegasnya.
Dirinya menambahkan bahwa citra institusi ditentukan oleh profesionalisme seluruh pegawai.

“Cerminan Bapenda adalah diri kita sendiri. Baik atau tidaknya Bapenda, itu tergantung pada kita. Termasuk peran DWP Bapenda yang harus tetap solid dan aktif mendukung organisasi,” pungkasnya.
Prosesi semakin bermakna dengan penandatanganan serah terima Ketua DWP Bapenda Sumenep, dari Azizah Faruk Hanafi kepada Ibu Ferdiansyah Tetrajaya, sebagai simbol keberlanjutan peran strategis DWP.
Acara ditutup dengan pemberian talih asih dari Kepala Bapenda Sumenep, Ferdiansyah Tetrajaya, kepada eks Kepala Bapenda Faruk Hanafi, sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian yang telah diberikan.
Kegiatan ini menegaskan bahwa pergantian kepemimpinan bukan sekadar rotasi jabatan, melainkan penegasan nilai loyalitas, integritas, dan keberlanjutan kinerja bagi seluruh ASN, non-ASN, dan DWP Bapenda Sumenep. (REDJAVA/$$$)














