JAVANETWORK.CO.ID.SITUBONDO – Setelah sepekan lumpuh akibat terjangan cuaca ekstrem, denyut nadi transportasi laut Situbondo–Madura akhirnya kembali berdenyut. Minggu (18/1/2026) menjadi hari yang dinanti ribuan warga kepulauan Sumenep ketika kapal-kapal penyeberangan kembali diizinkan berlayar dari Pelabuhan Jangkar, Situbondo.
Keputusan krusial ini diambil setelah kondisi gelombang dan angin di perairan Sumenep dinyatakan membaik. Aktivitas pelayaran yang sempat terhenti total kini kembali dibuka, membawa harapan baru bagi warga kepulauan yang selama berhari-hari terisolasi.
“Mulai hari ini, pelayaran dari Pelabuhan Jangkar menuju kepulauan di Kabupaten Sumenep resmi kami buka kembali karena kondisi cuaca sudah memungkinkan dan relatif aman untuk pelayaran,” kata Pengawas Satuan Pelayanan Pelabuhan Penyeberangan Jangkar Situbondo, BPTD Kelas II Jawa Timur, Abdul Hamid, Minggu (18/01/2026)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pihaknya menegaskan bahwa keputusan tersebut tidak diambil secara gegabah. Seluruh aspek keselamatan menjadi pertimbangan utama sebelum izin berlayar dikeluarkan.
“Selama sepekan terakhir kami menahan kapal karena gelombang tinggi dan angin kencang sangat berisiko. Begitu indikator cuaca menunjukkan tren landai, kami langsung bergerak cepat membuka kembali layanan,” ujarnya.
KMP Dharma Kartika, yang tertahan sejak 10 Januari 2026, menjadi kapal pertama yang memecah kebuntuan. Sekitar pukul 08.50 WIB, kapal tersebut bertolak menuju Pulau Raas, mengangkut 222 penumpang, termasuk 10 balita.
“KMP Dharma Kartika kami izinkan berangkat pertama karena kondisi teknis kapal siap dan cuaca di lintasan menuju Raas sudah dinyatakan aman,” tambah Hamid.
Tak lama berselang, denyut pelayaran semakin terasa. KMP Munggiyango Hulalo dengan rute Jangkar–Kalianget diberangkatkan pada pukul 10.18 WIB, membawa 69 penumpang, termasuk tiga balita.
“Hari ini kami buka bertahap. Setiap keberangkatan kami pantau ketat, mulai dari data cuaca, kesiapan kapal, hingga keselamatan penumpang,” jelasnya.
Tak hanya jalur kepulauan Sumenep, pelayaran lintas provinsi juga kembali bergerak. Pada pukul 15.28 WIB, KMP Trimas Laila resmi bertolak menuju Pelabuhan Lembar, Lombok Barat, NTB, mengangkut 36 penumpang serta sejumlah truk logistik.
“Pelayaran ke Lembar kami izinkan karena jalur ini vital untuk distribusi logistik. Namun, pengawasan tetap kami perketat,” sambungnya.
Sementara itu, kapal yang sempat terjebak cuaca ekstrem di tengah laut akhirnya bisa bernapas lega. KMP Wicitra Dharma I, yang tertahan selama sepekan di Pulau Sapudi, tiba dengan selamat di Pelabuhan Jangkar sekitar pukul 17.05 WIB, membawa 133 penumpang, termasuk lima balita.
“Kedatangan KMP Wicitra Dharma I menjadi bukti bahwa keputusan membuka kembali pelayaran ini sudah melalui pertimbangan matang dan mengutamakan keselamatan,” tegas Hamid
Meski pelayaran kembali normal, BPTD Kelas II Jawa Timur menegaskan bahwa kewaspadaan tetap menjadi kunci utama.
“Kami mengimbau seluruh operator kapal dan penumpang untuk terus memantau informasi cuaca dan mematuhi standar keselamatan. Cuaca laut bisa berubah cepat dan tidak bisa ditawar,” pungkasnya.
Kembalinya pelayaran ini bukan sekadar soal transportasi, melainkan tentang hidup yang kembali bergerak: anak-anak yang pulang, logistik yang tiba, dan harapan warga kepulauan Sumenep yang kembali menyala setelah sepekan terkurung badai. (REDJAVA/$$$)









