JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Di tengah pergantian tahun dan menjelang datangnya bulan suci Ramadan, lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema dari Pendopo Kabupaten Sumenep. Kamis (1/1/2026), ratusan kader Pimpinan Cabang (PC) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Sumenep berkumpul dalam satu ikhtiar spiritual: memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam sekaligus mendoakan keselamatan bangsa.
Khotmil Quran, istighosah, sholawat, dan doa bersama menjadi satu rangkaian ibadah yang dilaksanakan dengan penuh kekhusyukan. Para kader Muslimat NU dari berbagai Pimpinan Anak Cabang (PAC) dan Pimpinan Ranting se-Kabupaten Sumenep hadir sejak pagi, memenuhi pendopo dengan semangat kebersamaan dan keteguhan spiritual.
Ketua PC Muslimat NU Sumenep, Nyai Hajjah Dewi Kholifah, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar peringatan seremonial, melainkan ikhtiar batiniah untuk mengetuk pintu langit di awal tahun.
“Khotmil Quran, sholawat, dan doa bersama ini kami niatkan sebagai ikhtiar spiritual di awal tahun, memohon keberkahan dari Allah SWT untuk seluruh kader Muslimat NU, untuk Kabupaten Sumenep, dan untuk bangsa Indonesia,” kata Nyai Dewi Kholifah.
Ia menyampaikan, kekuatan doa dan kebersamaan menjadi modal penting Muslimat NU dalam menjalani pengabdian sosial-keagamaan di tengah tantangan zaman. Menurutnya, keberkahan umur, kesehatan, rezeki, dan ilmu yang bermanfaat merupakan fondasi utama agar perempuan NU tetap istiqamah dalam khidmatnya.
Momentum Isra Mi’raj kali ini juga dinilai memiliki makna strategis karena dilaksanakan menjelang Ramadan. Nyai Dewi menilai, persiapan spiritual menjadi kunci agar ibadah di bulan suci dapat dijalani dengan kualitas yang lebih baik.
“Isra Mi’raj mengajarkan kedekatan hamba dengan Tuhannya. Menjelang Ramadan, ini menjadi pengingat bagi kami untuk menata hati, memperkuat iman, dan menyiapkan diri agar ibadah yang dijalani benar-benar bernilai dan membawa perubahan,” tegasnya.
Kegiatan doa bersama tersebut sekaligus menjadi refleksi dan harapan baru bagi Muslimat NU Sumenep di tahun 2026. Dengan sejumlah agenda organisasi yang masih menanti realisasi, PC Muslimat NU meneguhkan komitmennya untuk terus hadir sebagai kekuatan moral, sosial, dan spiritual di tengah masyarakat.
Acara ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa, keberkahan daerah, serta keteguhan umat, menjadikan Pendopo Sumenep pagi itu bukan hanya ruang pemerintahan, tetapi juga ruang munajat yang menyatukan harapan dari bumi Madura untuk langit. (REDJAVA****)












