JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Program Kolaborasi Sosial Membangun Masyarakat (KOSABANGSA) Tahun 2025 mendorong lompatan signifikan dalam transformasi pemasaran destinasi wisata pesisir di Desa Tanjung, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep. Melalui penguatan branding destinasi dan digital marketing, Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Reng Paseser kini bertransformasi dari promosi konvensional menuju pengelolaan pemasaran wisata yang profesional, terukur, dan berkelanjutan.
Program ini dilaksanakan berdasarkan Nomor Kontrak: 232/C3/DT.05.00/PM-KOSABANGSA/2025, 004/LL7/DT.05.00/PM-KOSABANGSA/2025, dan 084/LPPM/PP-04/E.02/UNIJA/VIII/2025.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan oleh Tim Pelaksana Universitas Wiraraja yang diketuai Moh. Baqir Ainun, S.E., M.A., dengan anggota Evi Dwi Hastri, S.H., M.H., CPM. dan Ir. Fatmawati, M.P. Program ini juga mendapat pendampingan dari Universitas Negeri Surabaya, dipimpin Dr. Mochamad Arif Irfa’i, S.Pd., M.T., bersama Prof. Dr. Any Sutiadiningsih, M.Si.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebagai mitra sasaran, Pokmaswas Reng Paseser selama ini berperan penting dalam pengelolaan wisata pantai dan wisata edukasi Desa Tanjung. Namun dari sisi pemasaran, masih terdapat kendala mendasar. Pokmaswas belum memiliki identitas merek (brand identity) yang kuat dan konsisten tanpa logo resmi, slogan, maupun identitas visual yang mampu menegaskan keunikan desa, khususnya rumput laut sebagai ikon wisata pesisir.
Aktivitas promosi digital juga sangat terbatas. Pengelolaan media sosial hanya mengandalkan satu akun Facebook yang pasif, dengan frekuensi unggahan sekitar sepuluh konten per tahun. Promosi belum terjadwal, tidak terkonsep, serta belum menjangkau audiens wisata yang lebih luas. Selain itu, sistem reservasi masih dilakukan secara manual melalui kontak pribadi, tanpa katalog paket wisata berbasis digital yang mudah diakses calon pengunjung.
Melalui KOSABANGSA 2025, dilakukan pendampingan intensif untuk memperkuat kapasitas pemasaran Pokmaswas Reng Paseser. Salah satu inovasi kunci adalah perancangan brand identity destinasi wisata Desa Tanjung secara menyeluruh, meliputi logo resmi, tagline, serta materi visual digital yang menempatkan rumput laut sebagai ciri khas utama wisata pesisir. Inovasi ini meningkatkan capaian branding dari kondisi awal 0 persen menjadi 100 persen.
Pada aspek promosi digital, Pokmaswas kini mengelola secara aktif tiga platform utama Instagram, TikTok, dan YouTube. Melalui pendampingan produksi dan manajemen konten, Pokmaswas mampu menghasilkan minimal 48 konten promosi per tahun atau rata-rata empat konten per bulan. Aktivasi ini mendorong peningkatan capaian promosi dari 20 persen menjadi 100 persen, sekaligus membangun kehadiran digital destinasi Desa Tanjung secara konsisten.
Program ini juga mendorong pengembangan sistem reservasi dan katalog paket wisata berbasis digital. Calon wisatawan kini dapat mengakses informasi destinasi, jadwal kunjungan, harga, fasilitas, dan aktivitas wisata secara transparan dan efisien. Dengan tersedianya sistem pemesanan digital, capaian pada aspek reservasi meningkat dari 0 persen menjadi 100 persen.
Tidak kalah penting, KOSABANGSA 2025 memperkuat penyusunan strategi pemasaran berbasis segmentasi pasar. Pokmaswas Reng Paseser kini menargetkan segmen potensial seperti sekolah untuk wisata edukatif, komunitas lingkungan, wisatawan minat khusus (eco-tourist), serta wisata keluarga. Pendekatan ini meningkatkan capaian segmentasi pasar hingga 80 persen, menjadikan promosi lebih terarah dan efektif.
Secara keseluruhan, luaran kegiatan pada aspek pemasaran menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan Pokmaswas Reng Paseser merancang dan mengimplementasikan strategi pasar yang modern. Peralihan dari pemasaran konvensional menuju pemasaran digital berbasis branding, segmentasi, dan sistem informasi wisata menjadi langkah strategis dalam meningkatkan daya saing wisata pesisir Desa Tanjung.
“Melalui Program KOSABANGSA 2025, kami membangun sistem pemasaran digital yang terstruktur dan berkelanjutan, sehingga Pokmaswas Reng Paseser mampu mengelola branding, promosi, dan reservasi wisata secara mandiri, adaptif, dan memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat pesisir,” kata Moh. Baqir Ainun, S.E., M.A., Ketua Tim Pelaksana KOSABANGSA Universitas Wiraraja, kepada media ini, Kamis (18/12/2025). (REDJAVA****)








