JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Kabupaten Sumenep menorehkan sejarah baru dalam dunia olahraga tradisional dengan menggelar Festival Olahraga Rekreasi Kabupaten (Forkab) 2025 untuk pertama kalinya. Acara spektakuler ini berlangsung di GOR Indoor A Yani Sumenep, Sabtu (22/11/2025), dihadiri 250 pelajar dari tingkat SD, SMP, hingga SMA se-Kabupaten Sumenep.
Suasana pembukaan Forkab 2025 begitu meriah. Musik khas Madura dari Tongtong Bagaspati menggema di seluruh GOR, memadukan alunan ritmis dengan atraksi silat tradisional yang memukau penonton. Nuansa nostalgia kian terasa saat Komunitas Sepeda Tua Indonesia (Kosti) Sumenep menampilkan aksi sepeda klasik yang menarik perhatian peserta dan tamu undangan.

“Forkab ini bukan sekadar ajang kompetisi. Ini adalah upaya kami untuk memperkenalkan kembali olahraga tradisional kepada generasi muda dan menjaga warisan budaya leluhur agar tidak hilang ditelan zaman,” ujar Agus Hendriyono, Ketua FORMI Kabupaten Sumenep, saat membuka acara.
Forkab 2025 menampilkan lima cabang olahraga tradisional, yakni panahan tradisional, sumpitan, ketapel, dagongan, dan egrang, yang menuntut keterampilan, konsentrasi, dan kekompakan peserta.

“Melalui Forkab, kami ingin anak-anak Sumenep merasakan pengalaman langsung bermain olahraga tradisional. Ini juga menjadi ruang belajar karakter, sportivitas, dan kebersamaan,” sambungnya.
Di momen puncak, Agus menegaskan harapannya bagi masa depan Forkab dengan nada hangat penuh optimisme:
“Kami ingin Forkab bukan sekadar festival tahunan. Lebih dari itu, ini adalah laboratorium bagi generasi muda Sumenep untuk mengasah bakat, membangun karakter, dan menanamkan rasa bangga terhadap budaya olahraga tradisional kita. Semoga dari sini lahir atlet-atlet yang tidak hanya berprestasi di daerah, tetapi juga mampu bersaing di tingkat nasional,” tutup Agus.

Acara resmi dibuka secara simbolis oleh Safiudin, Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Disbudporapar Sumenep, yang mewakili Kepala Dinas. Safiudin menyampaikan, “Kami bangga Sumenep mampu menghadirkan ajang yang memadukan olahraga, budaya, dan pendidikan karakter bagi generasi muda. Forkab menjadi sarana untuk membangun rasa cinta terhadap olahraga tradisional.”
Forkab 2025 bukan sekadar kompetisi, tapi juga perayaan budaya dan kreativitas lokal, yang memadukan olahraga, seni, dan sejarah dalam satu panggung. Keberhasilan pelaksanaan festival ini menjadi tanda bahwa olahraga tradisional di Sumenep tidak hanya hidup, tapi juga terus berkembang di tangan generasi muda. (REDJAVA****)












