JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Fenomena kemacetan yang kerap terjadi di wilayah Kabupaten Sumenep justru tak perlu selalu dianggap sebagai masalah.
Hal ini diungkapkan oleh Bambang Supratman, S.H.I, salah satu anggota Jejak Aktivis Sumenep, dalam sebuah voice note yang kini dibicarakan di kalangan anggota grup tersebut.
Menurut Bambang, kemacetan bisa menjadi indikator bahwa roda ekonomi masyarakat sedang bergerak dengan baik.
“Kemacetan itu harus disyukuri. Artinya, ekonomi masyarakat sedang bagus. Kalau jalan penuh kendaraan, itu tanda daya beli meningkat masyarakat mampu membeli barang-barang bergerak seperti mobil dan motor,” kata Bambang dalam grup tersebut, Sabtu (01/11/2025)
Eks Ketua LSM FPMJT itu menegaskan, kondisi lalu lintas yang padat di sejumlah ruas jalan Sumenep bukan semata-mata cermin persoalan tata kota, tetapi bisa dibaca dari sisi positif sebagai bukti tumbuhnya kesejahteraan masyarakat.
“Kalau masyarakat bisa ber-mobilan, berarti kemampuan ekonominya baik. Jadi, macet itu bukan semata problem, tapi indikator kemajuan,” tambahnya.
Pandangan ini menjadi angin segar di tengah keluhan masyarakat tentang kemacetan, terutama di kawasan pusat kota dan jalur menuju destinasi wisata.
Bambang menilai, pemerintah daerah dapat menjadikan momentum ini sebagai bahan evaluasi untuk menata transportasi publik sekaligus memperkuat infrastruktur yang menunjang aktivitas ekonomi.
“Yang penting, kemacetan ini diimbangi dengan perencanaan transportasi yang cerdas dan ramah masyarakat,” ungkapnya.
Diketahui, grup WhatsApp Jejak Aktivis Sumenep beranggotakan 430 ini merupakan wadah yang beranggotakan para advokat, aktivis LSM, wartawan, serta pelaku media dari berbagai kecamatan di Kabupaten Sumenep.
Pandangan sederhana namun reflektif dari aktivis senior ini kini menjadi bahan diskusi hangat di grup tersebut.
Mungkin banyak anggota menilai pernyataan Bambang sebagai cara berpikir positif dan membangun terhadap dinamika kemajuan Sumenep yang terus berkembang. (REDJAVA****)












