JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Sejak pagi, suasana di Kabupaten Sumenep tampak berbeda. Di satu sisi, petugas Satlantas Polres Sumenep sibuk menyapa masyarakat di Kantor BPKB.
Di sisi lain, tim patroli turun langsung ke jalan raya, menertibkan arus lalu lintas di kawasan Pasar Tumpah Prenduan yang dikenal padat setiap Rabu pagi.
Semua dilakukan dalam satu napas: menghadirkan polisi yang lebih dekat, cepat, dan humanis.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami hadir bukan hanya untuk menegakkan aturan, tapi juga menebarkan kepedulian. Polisi harus dirasakan manfaatnya, bukan ditakuti,” kata Kasat Lantas Polres Sumenep AKP Ninit Titis Dewiyani, S.E., mewakili Kapolres Sumenep AKBP Rivanda, kepada media ini, Rabu (29/10/2025).
Program “Polisi Menyapa” yang digelar di Kantor BPKB Polres Sumenep menjadi wujud pelayanan publik yang lebih terbuka.
Petugas Regident tidak hanya memproses berkas balik nama kendaraan, tapi juga memberikan arahan langsung kepada warga agar memahami setiap tahapan dengan mudah.
“Kami ingin memutus stigma bahwa urusan di kepolisian itu rumit. Di sini masyarakat bisa datang, bertanya, dan dilayani dengan senyum,” terangnya.
Tak berhenti di meja pelayanan, tim lain dari Satlantas Polres Sumenep bergerak cepat menuju jalur trouble spot di Desa Prenduan, Kecamatan Pragaan.
Kawasan ini selalu dipadati pedagang dan pengendara pada hari pasar, berpotensi menimbulkan kemacetan panjang.
“Begitu fajar menyingsing, personel kami sudah siaga. Kami atur arus lalu lintas, bantu pejalan kaki menyeberang, dan memastikan semuanya berjalan tertib,” ujar AKP Ninit dengan nada tegas.
Di tengah riuh aktivitas pasar, petugas Satlantas tampak sigap mengatur arus kendaraan. Beberapa kali mereka juga terlihat membantu ibu-ibu yang kesulitan melintas di jalan raya.
“Inilah wajah polisi yang kami bangun responsif, empati, dan hadir untuk melindungi,” tambahnya.
Kegiatan ini merupakan bagian dari strategi “Mahameru Lantas”, gerakan yang digagas untuk mewujudkan harmoni sosial dalam berlalu lintas. Filosofinya sederhana: keselamatan adalah tanggung jawab bersama.
“Kami tidak hanya menindak pelanggar, tapi juga mengedukasi. Kalau masyarakat sadar tertib, maka keselamatan menjadi budaya,” sambung AKP Ninit.
Ia menutup dengan pesan inspiratif, seolah menggema di udara Sumenep pagi itu.
“Setiap kali kami turun ke jalan, kami membawa misi kemanusiaan. Polisi bukan hanya penjaga aturan, tapi penjaga harapan agar masyarakat pulang dengan selamat.” pesannya.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, lancar, dan penuh keakraban antara petugas dan masyarakat. (REDJAVA****)








