JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Ancaman narkoba kini tak lagi berwajah klasik. Bukan hanya serbuk, pil, atau suntikan. Kini, racun itu bisa menyusup lewat cairan liquid vapor yang terlihat seolah aman.
Pesan itulah yang ditegaskan Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sumenep, Bambang Sutrisno, S.E., M.M., saat mengisi sosialisasi bahaya narkoba di Universitas PGRI Sumenep, Kamis (23/10/2025).
Kegiatan bertajuk “Informasi dan Edukasi Bahaya Narkoba di Kalangan Mahasiswa” ini digelar di Graha Kemahasiswaan Universitas PGRI Sumenep, dan diikuti sekitar 142 mahasiswa dari berbagai jurusan.
Acara merupakan hasil kolaborasi antara BNNK Sumenep dan BEM Fakultas Hukum Universitas Wiraraja Sumenep.
Turut hadir dalam kesempatan itu Wakil Rektor Universitas PGRI Sumenep, Dr. Suhartatik, M.Pd.; Dekan FKIP, Khoirul Asiah, M.Si.; Presiden Mahasiswa, Nurul Hidayatullah; serta Kasubbag Umum BNNK Sumenep, Wahyu Purnomo, S.H., M.Si.

Di hadapan ratusan mahasiswa, Bambang membuka sesi dengan pernyataan yang langsung menggetarkan ruangan.
“Jangan pernah berpikir narkoba itu jauh dari kampus. Sekarang, narkoba bisa datang lewat teman, lewat ajakan coba-coba, bahkan lewat liquid vape yang baunya harum tapi efeknya menghancurkan,” kata Bambang .
Ia menegaskan, mahasiswa sebagai generasi intelektual harus menjadi benteng terakhir dalam perang melawan narkoba. Menurutnya, masa depan bangsa sangat ditentukan oleh kesadaran generasi muda terhadap bahaya zat adiktif.
“Mahasiswa bukan hanya penerima informasi, tapi juga penggerak perubahan. Kalau kalian bisa berkata tidak pada narkoba, kalian sedang menyelamatkan masa depan Sumenep,” tegasnya.
Dalam paparannya, dirinya juga menjelaskan jenis-jenis narkotika dan bahan adiktif yang marak di pasaran, serta bahaya penggunaan liquid vapor yang disalahgunakan dengan campuran zat berbahaya.
“Banyak yang tidak tahu, liquid vapor bisa dicampur dengan zat adiktif seperti sabu cair atau THC. Bentuknya mungkin keren, tapi dampaknya bisa mematikan pelan-pelan,” terang Bambang.
Tak hanya mengupas sisi bahaya, Bambang juga memaparkan langkah konkret pencegahan dan rehabilitasi bagi penyalahguna narkoba. Ia menegaskan, BNN bukan lembaga yang semata-mata menindak, tetapi juga memberi ruang pemulihan.
“Kalau ada yang sudah terlanjur, jangan takut. Datanglah ke BNN. Kami tidak menghukum, kami bantu sembuh. Karena rehabilitasi adalah pintu menuju perubahan,” ucapnya penuh empati.
Sementara itu, pihak Universitas PGRI Sumenep menyambut positif kegiatan ini dan menilai sosialisasi semacam ini sangat penting untuk membentengi mahasiswa dari pengaruh narkoba yang kian beragam bentuknya.
Suasana acara berlangsung hangat dan penuh antusias. Banyak mahasiswa yang aktif bertanya, terutama soal jenis-jenis narkoba yang kini sering dikamuflase dalam bentuk minuman energi, permen, hingga cairan vape.
Kegiatan ini menjadi salah satu langkah strategis BNNK Sumenep dalam menghidupkan semangat #WarOnDrugsForHumanity perang melawan narkoba demi kemanusiaan.
Dengan dukungan kampus dan generasi muda, BNNK Sumenep berharap Sumenep benar-benar mewujudkan cita-cita sebagai daerah “Bersih Narkoba” (Bersinar).
“Kami ingin kampus jadi zona bersih narkoba. Kalau mahasiswa Sumenep bersinar, saya yakin kabupaten ini akan jadi contoh bagi Madura dan Jawa Timur,” pungkas Bambang optimistis. (REDJAVA****)














