JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP — Pemerintah Kabupaten Sumenep kembali mencatatkan kinerja keuangan yang positif. Dalam laporan realisasi APBD tahun anggaran berjalan, daerah ini berhasil menutup tahun fiskal dengan surplus pembiayaan sebesar Rp184.216.251.004,42.
Wakil Bupati Sumenep KH. Imam Hasyim, S.H., M.H., yang mewakili Bupati Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, S.H., M.H., menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari tata kelola keuangan daerah yang transparan, disiplin, dan berorientasi pada kemaslahatan masyarakat.
“Pembiayaan daerah tahun ini tercatat sebesar Rp3,225 miliar, dan kami berhasil mencatat surplus sebesar Rp184 miliar lebih. Ini menandakan pengelolaan fiskal kita berada pada jalur yang sehat,” ujar KH. Imam Hasyim dalam penyampaiannya di hadapan forum resmi pembahasan laporan keuangan daerah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sosok orang nomer dua di Kabupaten Sumenep itu menegaskan bahwa defisit anggaran yang terjadi antara Pendapatan Daerah dan Belanja Daerah dapat ditutup sepenuhnya melalui surplus pembiayaan daerah.
“Defisit sebesar Rp184 miliar lebih berhasil kami tutup dengan surplus pembiayaan daerah. Artinya, keseimbangan fiskal dapat dijaga dengan baik tanpa menambah beban pembiayaan baru,” paparnya.
Ia menjelaskan bahwa keberhasilan menjaga surplus ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjalankan prinsip akuntabilitas dan efisiensi anggaran.

“Kami tidak ingin sekadar membelanjakan, tapi memastikan setiap rupiah yang dikelola memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Itulah filosofi keuangan daerah yang kami pegang,” ungkapnya.
KH. Imam Hasyim juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran perangkat daerah atas kerja kolaboratif dalam mengawal pelaksanaan APBD.
“Capaian ini bukan hasil satu pihak, melainkan kerja bersama seluruh OPD yang berkomitmen menjaga kredibilitas fiskal daerah,” tuturnya.
Menurut Ketua DPC PKB Sumenep mengatakan surplus tersebut akan menjadi modal strategis bagi Pemkab Sumenep untuk memperkuat sektor-sektor prioritas seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.

“Surplus ini akan kami arahkan untuk membiayai program pembangunan yang benar-benar berdampak langsung pada masyarakat. Kami ingin APBD menjadi instrumen pemerataan kesejahteraan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Wakil Bupati Sumenep itu menegaskan bahwa keberhasilan menjaga surplus keuangan daerah merupakan bukti kepercayaan publik terhadap manajemen pemerintahan yang transparan dan akuntabel.
“Kami berkomitmen menjaga integritas pengelolaan anggaran, memastikan setiap rupiah digunakan untuk kemajuan daerah dan kemakmuran rakyat Sumenep,” pungkas KH. Imam Hasyim. (REDJAVA****)









