JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP — Dalam semangat kepedulian sosial dan kesehatan masyarakat, RSI Garam Kalianget bekerja sama dengan Pondok Pesantren Nasyrul Ulum Aeng Dake, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, menggelar kegiatan Bakti Sosial Pemeriksaan dan Pengobatan Gratis, Sabtu (11/10/2025).
Kegiatan ini berlangsung di kompleks Pondok Pesantren Nasyrul Ulum Aeng Dake dan diikuti oleh ratusan santri serta masyarakat sekitar yang antusias memanfaatkan layanan kesehatan gratis tersebut. Sejak pagi, antrean peserta terlihat di area pesantren, menunjukkan antusiasme tinggi terhadap program kemanusiaan yang diinisiasi bersama RSI Garam Kalianget.
Layanan yang diberikan meliputi pemeriksaan kesehatan umum, pengukuran tekanan darah, pengecekan gula darah, konsultasi medis, serta pemberian obat gratis. Tim medis RSI Garam Kalianget juga memberikan edukasi tentang pola hidup sehat dan pentingnya deteksi dini penyakit kepada para peserta.
Wakil Ketua Pengasuh Pondok Pesantren Nasyrul Ulum Aeng Dake, Dr. Kiai Zamzami Sabiq, M.Psi, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pengabdian pesantren untuk masyarakat, khususnya dalam bidang kesehatan.

“Pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan dan dakwah, tetapi juga harus hadir sebagai pelayan umat. Melalui kerja sama dengan RSI Garam Kalianget, kami ingin menunjukkan bahwa nilai keislaman juga mencakup kepedulian sosial dan kesehatan masyarakat,” ujar Dr. Zamzami Sabiq kepada media ini usai kegiatan.
Ia menambahkan, kegiatan seperti ini sangat penting untuk mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat pedesaan yang masih memiliki keterbatasan akses terhadap fasilitas medis.
“Kami bersyukur antusiasme masyarakat dan para santri luar biasa. Ini menunjukkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan semakin tumbuh. Harapannya, kegiatan semacam ini bisa berkelanjutan dan diperluas ke wilayah lain,” imbuhnya.
Pihak RSI Garam Kalianget menegaskan bahwa bakti sosial ini merupakan bagian dari komitmen mereka dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Sumenep melalui pendekatan kolaboratif dengan berbagai elemen sosial dan keagamaan.
Warga sekitar dan para santri mengaku sangat terbantu. Selain mendapatkan pemeriksaan gratis, mereka juga memperoleh wawasan baru tentang kesehatan dan gaya hidup yang lebih baik.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara lembaga keagamaan dan institusi kesehatan dapat menghasilkan manfaat luas bagi masyarakat, sekaligus memperkuat nilai Islam Rahmatan lil ‘Alamin dalam kehidupan nyata.
“Kami ingin pesantren menjadi pusat kemanfaatan bagi umat bukan hanya dalam bidang ilmu, tetapi juga dalam kesehatan dan kesejahteraan,” tutup Dr. Kiai Zamzami Sabiq dengan penuh optimisme. (REDJAVA****)











