Blangkon, Guru dan Perubahan: Kisah Agus Sugianto dari Barat Daya Sumenep yang Menginspirasi

- Redaksi

Kamis, 9 Oktober 2025 - 19:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Blangkon, Guru dan Perubahan: Kisah Agus Sugianto dari Barat Daya Sumenep yang Menginspirasi

Blangkon, Guru dan Perubahan: Kisah Agus Sugianto dari Barat Daya Sumenep yang Menginspirasi

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Di ujung barat daya Kabupaten Sumenep, tepatnya di Kecamatan Pasongsongan, muncul sosok pendidik yang pelan tapi pasti menggerakkan perubahan besar di dunia pendidikan.

Ia adalah Agus Sugianto, S.Pd, Kepala SDN Panaongan III, yang kini dikenal sebagai penggerak kolaborasi dan solidaritas para guru di akar rumput.

Dengan blangkon khas Madura yang selalu menemaninya, Agus tampil sederhana. Namun di balik kesederhanaannya, tersimpan visi besar: menjadikan guru-guru Pasongsongan sebagai tenaga pendidik yang adaptif terhadap zaman dan solid dalam kebersamaan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain menjabat sebagai Sekretaris KKKS Kecamatan Pasongsongan dan Bendahara PGRI Cabang Pasongsongan, Agus juga menjadi motor di balik lahirnya berbagai komunitas guru lintas jenjang.

Melalui gerakan senyap yang ia inisiasi, terbentuklah Komunitas Guru Penggerak Pasongsongan, Komunitas Guru PPG, Komunitas Guru Master Bahasa Madura, Komunitas Guru Non K2, serta Komunitas Guru PAI yang kini bertransformasi menjadi KKG PAI Kecamatan Pasongsongan.

“Saya ingin setiap guru memiliki ruang untuk saling belajar dan berbagi pengalaman, karena peningkatan mutu pendidikan tidak mungkin lahir dari kerja sendiri-sendiri. Ia hanya bisa tumbuh dari kebersamaan.” kata Agus kepada media ini, Jum’at (10/10/2025)

Awalnya, gerakan ini bermula dari sebuah grup WhatsApp sederhana. Namun dari sana, kolaborasi dan semangat belajar tumbuh subur.

Baca Juga :  Babinsa Koramil 0827/18 Kangean Bersama Warga Pandeman Kerja Bakti Cor Jalan Desa

Para guru berbagi materi, saling membantu memahami modul ajar, hingga mendiskusikan pembuatan video pembelajaran.

“Dalam komunitas Guru PPG, misalnya, ada yang sudah mengikuti diklat dan ada yang belum. Di sana mereka bisa saling bantu. Kalau satu guru kesulitan, guru lain hadir memberi solusi. Begitulah semangat gotong royong pendidikan.” jelasnya.

Gerakan yang ia bangun kemudian menyebar melintasi batas wilayah. Banyak guru dari luar Pasongsongan bahkan dari kabupaten lain di Madura ikut bergabung dalam komunitas yang dipimpinnya.

Baca Juga :  Kebersamaan yang Menghangatkan: Ribuan Warga Sumenep Sambut Kepedulian Sosial Habib Ali

Dari situlah, Pasongsongan perlahan menjelma menjadi pusat kecil gerakan pendidikan berbasis kolaborasi.

“Saya percaya, perubahan tidak harus selalu datang dari pusat. Ia bisa dimulai dari pelosok, selama ada semangat dan kemauan untuk maju,” tutur Agus lebih lanjut.

Peran Agus juga terasa kuat saat momentum pendataan dan pemberkasan calon PPPK beberapa waktu lalu.

Banyak guru Non K2 yang kebingungan menghadapi tahapan administrasi, namun Agus turun langsung mendampingi. Ia tidak hanya memberi arahan, tapi juga membimbing satu per satu hingga tuntas.

“Saya tidak ingin ada guru yang tertinggal hanya karena kurang informasi. Saya percaya, tugas saya bukan sekadar memimpin sekolah, tapi juga menuntun sesama guru untuk terus bergerak maju.” tambahnya.

Di balik tutur lembut dan sikap rendah hatinya, Agus memiliki filosofi yang menjadi pegangan dalam memimpin: guru adalah penggerak utama peradaban.

“Guru tidak boleh berhenti belajar, karena masa depan anak-anak bangsa ditentukan oleh semangat belajar para gurunya.” tandasnya.

Kini, nama Agus Sugianto menjadi simbol perubahan pendidikan di Pasongsongan. Ia tidak mencari sorotan, namun langkahnya nyata di lapangan.

Baca Juga :  Refleksi Akhir 2025, Bupati Fauzi Paparkan Capaian Nasional Kabupaten Sumenep

Ia tidak banyak bicara tentang inovasi, tetapi justru menghadirkannya lewat tindakan nyata.

Dengan blangkon sebagai simbol kearifan lokal Madura, ia menempatkan diri bukan sebagai atasan, melainkan rekan seperjuangan yang mengulurkan tangan.

Bagi banyak guru di Pasongsongan, Agus bukan sekadar kepala sekolah, ia adalah mentor, sahabat, sekaligus inspirasi. (REDJAVA****)

Follow WhatsApp Channel javanetwork.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

BERITA TERKAIT

Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD
PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni
Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep
154 Warga Binaan Rutan Sumenep Terima Remisi HUT ke-81 RI, 2 Langsung Bebas
75 Paskibraka Sumenep Sukses Kawal HUT ke-81 RI, Honor Cair dan Evaluasi Besar Disiapkan
Camat Pragaan Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Kobarkan Nasionalisme dan Perkuat Kebersamaan Warga
HUT ke-81 RI, PDI Perjuangan Sumenep Tekankan Semangat Gotong Royong dan Kerja Nyata
HUT ke-81 RI di Sumenep, Bupati Fauzi Bicara Kemerdekaan yang Harus Terasa

BERITA TERKAIT

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:32 WIB

Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:21 WIB

154 Warga Binaan Rutan Sumenep Terima Remisi HUT ke-81 RI, 2 Langsung Bebas

Senin, 17 Agustus 2026 - 17:54 WIB

75 Paskibraka Sumenep Sukses Kawal HUT ke-81 RI, Honor Cair dan Evaluasi Besar Disiapkan

BERITA TERBARU