JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Tim Penggerak PKK Kabupaten Sumenep melalui program “Anting Mekar” (Atasi stunTing dengan Memanfaatkan peKarangan).
Program ini menyinergikan sektor peternakan, hidroponik, dan tanaman obat keluarga (toga).
Langkah ini ditujukan untuk menekan angka stunting sekaligus memperkuat ketahanan pangan rumah tangga. Paket bantuan ini disalurkan melalui TP PKK Desa agar lebih mudah dijangkau warga.

Paket percontohan yang diberikan cukup lengkap. Diantaranya 20 ekor ayam petelur berusia 16 minggu, 2 unit kandang ayam, serta 2 sak pakan pelet.
Selain itu, selain itu 1 unit perangkat hidroponik beserta benih sayuran seperti bayam, kangkung, sawi caisim, dan sawi pakchoy.
Untuk mendukung kesehatan keluarga, paket ini dilengkapi bibit tanaman toga, antara lain jahe merah, kunyit, lengkuas, kelor, dan serai.
Tak ketinggalan juga pupuk AB Mix 5 liter dan pupuk bokashi 270 kilogram untuk menunjang kesuburan tanaman.
Ketua III Bidang Penguatan Ketahanan Keluarga TP PKK Kabupaten Sumenep, Asih Wulandari, S.Sos, menyebut program ini sebagai inovasi nyata dalam menekan stunting melalui pemanfaatan lahan rumah tangga.

“Program Anting Mekar adalah langkah konkret agar masyarakat bisa memanfaatkan pekarangan untuk pangan sekaligus kesehatan keluarga,” ujar Asih Wulandari kepada media ini, Selasa (30/9).
Istri Kepala Bappeda Arif Firmanto itu menegaskan, kombinasi ayam petelur, sayuran hidroponik, dan tanaman toga dalam satu paket akan memberikan manfaat ganda.
“Dengan paket ini, diharapkan dimanfaatkan oleh masyarakat desa, warga dapat memperoleh asupan gizi dari telur ayam, sayuran segar, hingga khasiat tanaman toga. Semua itu penting untuk mencegah stunting,” tambahnya.
Menurutnya, untuk tahun 2025 program ini dijalankan di empat desa lokus stunting, yakni Lebeng Barat (Pasongsongan), Pakamban Laok (Pragaan), Nambakor (Saronggi), dan Tambaagung Ares (Ambunten).
“Kami berharap desa-desa percontohan ini bisa menjadi model kemandirian pangan yang dapat direplikasi di wilayah lain,” harapnya.
Lebih lanjut Asih Wulandari menegaskan kegiatan ini merupakan salah satu unggulan Pokja 3 TP PKK Sumenep.
“Kami bersinergi dengan DKPP agar manfaat program bisa maksimal, khususnya dalam mendukung ketahanan pangan keluarga dan pencegahan stunting di Sumenep,” tutupnya. (REDJAVA****)













