JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar Aliansi BEM se-Sumenep di Pondok Pesantren Al-Usymuni berlangsung khidmat dan penuh makna, Minggu (28/9/2025).
Sejumlah tokoh hadir dalam kesempatan itu, mulai dari Kepala Kantor Kemenag Sumenep, Ketua PCNU, Ketua MUI, hingga Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Sumenep, Dr. Zeinudin, S.H., M.H.
Dalam taushiyah singkatnya, Dr. Zeinudin menekankan pentingnya menggali sisi-sisi keteladanan Rasulullah yang jarang dikupas, tetapi sangat dibutuhkan dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara. Dua di antaranya adalah itsar (mendahulukan orang lain) dan malu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Rasulullah meneladankan sifat itsar dengan mendahulukan kepentingan orang lain, bahkan di atas dirinya sendiri. Nilai ini, jika diamalkan, akan melahirkan empati sosial yang kuat dalam kehidupan bermasyarakat,” ungkap Dr. Zeinudin.
Ia menjelaskan, itsar bukan sekadar kebaikan individual, tetapi menjadi fondasi kebersamaan dalam kehidupan publik. Dalam konteks kekinian, sifat itu bisa mendorong para pemimpin untuk lebih mengutamakan kepentingan rakyat ketimbang kepentingan pribadi atau kelompok.
Selain itu, sifat malu juga menjadi sorotan. Rasulullah, kata Dr. Zeinudin, dikenal memiliki rasa malu yang sangat tinggi, bahkan digambarkan lebih besar daripada seorang perawan yang dipingit.
“Malu adalah benteng moral. Dengan malu, seseorang terjaga dari perbuatan tercela, baik dalam kehidupan pribadi maupun pelayanan publik,” tegasnya.
Menurutnya, dua sifat ini amat relevan jika diteladani oleh para pemimpin dan masyarakat.
“Jika para pejabat kita memiliki itsar dan malu, maka mereka akan terdorong untuk melayani dengan tulus, berkualitas, dan penuh empati. Tidak lagi sekadar menjalankan formalitas,” jelasnya.
Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa Maulid Nabi bukan hanya agenda seremonial tahunan.
“Perayaan Maulid harus menjadi momentum menanamkan nilai-nilai luhur Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari. Inilah jalan terbaik untuk memperbaiki kualitas kehidupan bangsa,” pungkas Dr. Zein sapaan akrabnya. (REDJAVA****)









