JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Di tengah hiruk-pikuk aktivitas pagi kota Sumenep, secercah kebaikan hadir menyapa para pencari nafkah. Komunitas Kita Berbagi Sosial (KBS) kembali menunjukkan kepeduliannya dengan membagikan 65 bungkus nasi gratis kepada masyarakat, Jumat (26/9/2025), bertepatan dengan momentum Jumat Manis.
Aksi sosial ini digelar di simpang tiga depan Mapolres Sumenep, menyasar tukang becak, pekerja harian, hingga warga yang membutuhkan. Nasi bungkus itu diberi nama “Bungturat” (Nasi Bungkus Tujuan Akhirat), sebuah simbol sederhana tentang bagaimana makanan bisa menjadi jalan kebaikan, bukan hanya untuk penerima, tetapi juga pemberi.“Kami menamainya Bungturat, nasi bungkus tujuan akhirat. Karena setiap butir nasi yang diberikan dengan ikhlas, semoga menjadi jalan kebaikan tidak hanya bagi penerima, tapi juga bagi yang memberi,” ujar Ketua KBS, Ahmad Zahruddin.
Bagi sebagian orang, satu bungkus nasi hanyalah pengisi perut. Namun, bagi mereka yang setiap hari berjuang keras demi sesuap makan, Bungturat adalah pengingat bahwa mereka tidak dilupakan. Senyum para tukang becak, pengayuh sepeda, hingga pejalan kaki tampak merekah saat menerima uluran tangan para relawan KBS.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ahmad menekankan bahwa aksi ini bukan sekadar memberi makan, melainkan juga menanamkan semangat berbagi. “Kami ingin mengajarkan bahwa sekecil apa pun kebaikan, jika dilakukan dengan ikhlas, insya Allah ada nilainya di sisi Tuhan,” tuturnya.
Ia menambahkan, gerakan Bungturat lahir dari keinginan sederhana untuk berbagi.“Kami hanya perantara. Harapan kami, kegiatan kecil ini bisa mengetuk hati lebih banyak orang untuk peduli kepada sesama. Tidak harus besar, cukup lakukan apa yang kita mampu,” ucapnya.
Menurut Ahmad, Bungturat juga menjadi bentuk nyata semangat gotong royong di tengah masyarakat. “Kami percaya, kepedulian itu menular. Kalau satu orang berbuat baik, akan ada orang lain yang ikut tergerak. Itulah yang kami harapkan dari kegiatan Bungturat ini,” katanya penuh keyakinan.
Lebih jauh, ia berharap gerakan ini bisa menginspirasi komunitas lain di Sumenep maupun daerah lain. “Jangan menunggu kaya untuk berbagi. Justru dengan berbagi, hati kita yang merasa kaya. Bungturat adalah cara sederhana kami untuk menunjukkan bahwa Sumenep adalah kota yang hangat dan penuh solidaritas,” imbuh Ahmad.
Dengan konsistensi dan niat mulia, KBS bertekad terus bergerak menghadirkan manfaat nyata bagi warga Sumenep. Bungturat bukan sekadar nasi bungkus, ia adalah pesan cinta yang dibungkus dalam kepedulian. “Semoga langkah kecil ini mendapat keberkahan dan menjadi inspirasi bagi banyak orang. Karena pada akhirnya, kebaikan tidak pernah sia-sia,” pungkasnya. (REDJAVA****)









