JAVANETWORK.CO.ID.PROBOLINGGO – Suasana khidmat menyelimuti Pendopo Kecamatan Krejengan, Jumat (26/9/2025). Warga dari berbagai desa berkumpul bersama aparat kecamatan, polisi, dan tokoh agama untuk mengikuti kegiatan Jumat Legi, doa bersama, dan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas keagamaan, tetapi juga menjadi simbol sinergitas lintas sektor untuk menjaga keamanan dan keharmonisan wilayah.
Acara dimulai pukul 07.30 WIB dengan pembukaan resmi oleh Camat Krejengan, Bambang Heriwahjudi, S.Sos., M.Si., diikuti sambutan Kapolsek Krejengan, IPTU Miftahol Rahman, S.H., M.H., serta pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan solawat Nabi. Ceramah agama disampaikan oleh KH. Ahmad Hafidz Bisri, Ketua MUI Kecamatan Krejengan. Seluruh rangkaian acara ditutup dengan doa bersama yang diikuti ±30 warga dan tokoh masyarakat.
Dalam sambutannya, IPTU Miftahol Rahman menekankan pentingnya sinergitas antara masyarakat dan aparat keamanan. “Kegiatan Jumat Legi dan Maulid Nabi ini bukan hanya sekadar ritual keagamaan. Ini adalah momen untuk memperkuat persaudaraan, menjaga keamanan, dan meningkatkan keimanan. Kita semua berharap, wilayah Kecamatan Krejengan tetap aman, kondusif, dan harmoni,” ujar Kapolsek dalam sambutannya.

Lebih lanjut, Miftahol Rahman menyoroti konteks terkini yang membuat kegiatan ini semakin penting.“Kita baru saja mengalami gempa kemarin. Momentum ini mengingatkan kita untuk memperbanyak ibadah, tetap khusyuk, dan saling melaporkan setiap kejadian yang bisa menimbulkan kerugian atau korban. Peringatan Maulid Nabi adalah pengingat untuk meneladani akhlak dan perjuangan Rasulullah, sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah di masyarakat,” ujarnya.
Camat Krejengan, Bambang Heriwahjudi, menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi terhadap partisipasi masyarakat dan seluruh elemen lintas sektor, termasuk Polsek, Koramil, kepala desa, tokoh agama, hingga organisasi kepemudaan. “Kami bersyukur kegiatan ini berjalan lancar dan aman. Semoga sinergitas yang terbina hari ini terus berlanjut, menciptakan masyarakat yang harmonis, religius, dan tangguh menghadapi berbagai tantangan,” kata Bambang.
Kegiatan Jumat Legi dan Maulid Nabi di Krejengan menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat tidak hanya menjaga ketertiban, tetapi juga memperkuat nilai-nilai keagamaan dan sosial.











