Safari Dakwah Kiai Qusyairi: Menebar Cinta kepada Nabi di Enam Titik Kepulauan Sapeken

- Redaksi

Selasa, 16 September 2025 - 06:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengasuh Pondok Pesantren Hidayatul Ulum Utara, KHR. Achmad Qusyairi Zaini, S.S.,

Pengasuh Pondok Pesantren Hidayatul Ulum Utara, KHR. Achmad Qusyairi Zaini, S.S.,

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Pengasuh Pondok Pesantren Hidayatul Ulum Utara, KHR. Achmad Qusyairi Zaini, S.S., menggelar safari dakwah selama lima hari di enam titik Kepulauan Sapeken, Kabupaten Sumenep. Safari ini berlangsung sejak Selasa (09/09/2025) hingga Senin (15/09/2025), menelusuri dari ujung barat Pulau Sapeken hingga Desa Tanjung Kiok di bagian timur.

Dalam safari dakwahnya, Kiai Qusyairi menyapa masyarakat di berbagai titik, mulai dari pondok pesantren, masjid, hingga musholla. Beberapa lokasi kunjungan antara lain: PP. Minhajussa’adah, PP. Babussalam, Musholla Al-Madinah, Masjid Al-Mubaroq, Masjid Jamik Sepanjang, dan sejumlah musholla serta lembaga pendidikan lainnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada Jumat lalu, beliau didaulat menjadi imam sekaligus khatib shalat Jumat di salah satu masjid setempat. Dalam ceramahnya, Kiai Qusyairi menekankan bahwa peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bukan sekadar ritual tahunan atau tradisi semata, melainkan momentum penting untuk menanamkan nilai-nilai spiritual dan cinta kepada Baginda Nabi.

“Maulid Nabi adalah pengingat luar biasa bagi kita semua. Bukan hanya mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tapi juga menanamkan rasa cinta yang tulus kepada beliau. Dengan cinta itu, kita mampu meneladani akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari,” kata Kiai Qusyairi, yang juga menjabat sebagai Ketua FKUB Kabupaten Sumenep.

Beliau menambahkan, keberhasilan sebuah peringatan Maulid dapat diukur dari perubahan hati dan perilaku jamaah.

Baca Juga :  Antisipasi Aksi Balap Liar, Polres Sumenep Giat Patroli Malam

“Majelis Maulid bisa dikatakan sukses bila setelah pulang, akhlak kita semakin baik, ibadah lebih istiqomah, dan hati yang semula penuh sombong, hasud, iri, atau dengki mulai bersih dari penyakit hati itu. Jika itu tercapai, maka peringatan Maulid benar-benar membawa manfaat,” tegasnya.

Kiai Qusyairi juga menekankan pentingnya menerapkan ajaran Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari.

“Cinta kepada Nabi bukan sekadar ucapan atau ritual. Kita harus menghidupkan nilai-nilai beliau: kejujuran, kesabaran, tolong-menolong, dan menjaga silaturahmi. Jika akhlak ini diterapkan, maka setiap masyarakat akan merasakan kedamaian dan keberkahan,” ungkapnya.

Dalam safari dakwah ini, Kiai Qusyairi membagikan pesan inspiratif kepada siswa dan warga di pondok pesantren maupun masyarakat umum.

Baca Juga :  Sesuai Amanah Pemerintah Pusat, Bupati Sumenep Serahkan Batuan Penanganan Kemiskinan Ekstrem

“Saya ingin setiap anak, setiap warga, memahami bahwa Maulid Nabi adalah sarana memperbaiki diri. Anak-anak harus belajar akhlak mulia, remaja belajar disiplin dan berbakti, orang dewasa belajar sabar dan ikhlas. Semua ini ada dalam teladan Rasulullah SAW,” pungkasnya.

Kegiatan ini membuktikan bahwa dakwah yang tulus dan konsisten mampu menjangkau hingga pelosok kepulauan, menginspirasi masyarakat, dan menanamkan cinta kepada Nabi Muhammad SAW di hati umat. Setiap kunjungan beliau tidak hanya menjadi pengingat spiritual, tetapi juga medium pendidikan moral yang dapat diterapkan sehari-hari. (REDJAVA****)

Baca Juga :  Bupati Fauzi : Penurunan Angka Kemiskinan Jadi Prioritas Pemerintah Sumenep

Follow WhatsApp Channel javanetwork.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

BERITA TERKAIT

Semarak HUT ke-81 RI Menggema di Dasuk, Puluhan Lomba Siap Satukan Masyarakat dalam Semangat Merah Putih
Wabup Sumenep Lepas Kontingen Pramuka ke Jambore Nasional 2026, Titip Misi Besar Jaga Nama Baik Daerah
MTs Unggulan Sains Al-Qur’an Insan Kamil Resmi Kantongi Izin Operasional, Kemenag Sumenep Dorong Lahirnya Madrasah Berprestasi
Rutan Sumenep Jadi Laboratorium Hukum, Siswa Binar Junior High School Belajar Langsung Sistem Pemasyarakatan
Mahasiswa STITA Aqidah Usymuni Belajar Langsung Sistem Pendidikan Malaysia, Bawa Pulang Inspirasi untuk Sekolah di Indonesia
Bapenda Sumenep Berjaya! M. Romli Juara Lomba Terong Perorangan Putra HUT RI Pemkab Sumenep
Temui Kapolresta, KWK Beberkan Ancaman Narkoba dan Judi di Wilayah Kepulauan Sumenep
KDKMP Sumenep Disorot, DPRD Pertanyakan Mekanisme Lelang, Kepala Desa Mengaku Tak Dilibatkan

BERITA TERKAIT

Selasa, 4 Agustus 2026 - 19:18 WIB

Semarak HUT ke-81 RI Menggema di Dasuk, Puluhan Lomba Siap Satukan Masyarakat dalam Semangat Merah Putih

Selasa, 4 Agustus 2026 - 18:00 WIB

Wabup Sumenep Lepas Kontingen Pramuka ke Jambore Nasional 2026, Titip Misi Besar Jaga Nama Baik Daerah

Selasa, 4 Agustus 2026 - 17:50 WIB

MTs Unggulan Sains Al-Qur’an Insan Kamil Resmi Kantongi Izin Operasional, Kemenag Sumenep Dorong Lahirnya Madrasah Berprestasi

Selasa, 4 Agustus 2026 - 12:58 WIB

Rutan Sumenep Jadi Laboratorium Hukum, Siswa Binar Junior High School Belajar Langsung Sistem Pemasyarakatan

Selasa, 4 Agustus 2026 - 12:40 WIB

Mahasiswa STITA Aqidah Usymuni Belajar Langsung Sistem Pendidikan Malaysia, Bawa Pulang Inspirasi untuk Sekolah di Indonesia

BERITA TERBARU