Sesuai Amanah Pemerintah Pusat, Bupati Sumenep Serahkan Batuan Penanganan Kemiskinan Ekstrem

Selasa, 25 Januari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Serahkan Bantuan Kepada Masyarakat Penerima  di Balai Desa Pragaan Daya Kecamatan Pragaan (foto.dok.sumenepkab.go.id)

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Serahkan Bantuan Kepada Masyarakat Penerima di Balai Desa Pragaan Daya Kecamatan Pragaan (foto.dok.sumenepkab.go.id)

Javanetwork.co.id, Sumenep – Pemerintah Kabupaten Sumenep menyerahkan berbagai bantuan untuk Penanganan Kemiskinan Ekstrem secara simbolis kepada masyarakat penerima di antaranya Bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), BPJS, aliran listrik dan beras, (25/1).

“Penyerahan bantuan merupakan salah satu strategi pemerintah dalam rangka penanggulangan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Sumenep,” kata Bupati di sela-sela penyerahan bantuan kemiskinan ekstrem di Balai Desa Pragaan Daya Kecamatan Pragaan, Selasa (25/01/2022).

Dana program bantuan penanggulangan kemiskinan ekstrem berasal dari Pemerintah Pusat, Provinsi dan Pemerintah Daerah, sehingga sesuai arahan Presiden Joko Widodo di Kabupaten Sumenep tahun 2024 agar tidak ada angka kemiskinan.

Untuk itulah, keberhasilan Penanggulangan Kemiskinam Ekstrem, tentu saja melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) termasuk swasta, dengan melaksanakan program kegiatan yang terpadu serta terintegritas.

“Yang jelas, Pemerintah Daerah telah melakukan pemetaan desa dengan kemiskinan ekstrem, agar program yang dijalankan itu menyesuaikan dengan penyebab kemiskinan baik di kelurahan atau desa,” terangnya.

Di tempat yang sama Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep, Drs. H. Yayak Nurwahyudi, M.Si mengungkapkan, hasil pemetaan yang dilakukan termasuk desa kemiskinan ekstrem atau tertinggi tersebar pada lima kecamatan, yakni Kecamatan Arjasa, Batang-batang, Pragaan, Lenteng dan Kecamatan Sapeken.

“Bantuan kepada masyarakat untuk penyalurannya dilakukan secara bertahap dan semua bantuan targetnya bisa mengatasi kondisi yang terjadi di tengah masyarakat,” pungkasnya.

Sementara kemiskinan ekstrem dalam konsep internasional dimaknai sebagai kondisi masyarakat yang memiliki pendapatan kurang dari sekitar Rp800 ribu per bulan. (*)

Berita Terkait

Komitmen Penuh Integritas, Rutan Sumenep Deklarasikan Zero Halinar
Lahan Terbakar di Gedungan Sumenep, Analis Ungkap Penyebab Potensial
ASN Sumenep Didorong Berdayakan UMKM, Belanja Produk Lokal Jadi Gerakan Nyata
Sentuhan Kemanusiaan di Pabian: Polisi Hadir, Harapan Tumbuh di Panti Asuhan
Sekjen Bidik Tegaskan Komitmen Kawal Program HDDAP DKPP Sumenep Secara Ketat
Polres Sumenep Tertibkan Balap Liar di Jalur Bandara Trunojoyo, 48 Ranmor Diamankan
Monev Dinkes P2KB Sumenep di Puskesmas Pandian, Pastikan Layanan Kesehatan Semakin Optimal
Helmi Art Museum Sumenep Gaungkan “From Steel to Soul” yang Menggetarkan Nusantara di Momentum Hari Keris Nasional 2026

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 23:06 WIB

Komitmen Penuh Integritas, Rutan Sumenep Deklarasikan Zero Halinar

Senin, 20 April 2026 - 20:43 WIB

Lahan Terbakar di Gedungan Sumenep, Analis Ungkap Penyebab Potensial

Senin, 20 April 2026 - 18:08 WIB

ASN Sumenep Didorong Berdayakan UMKM, Belanja Produk Lokal Jadi Gerakan Nyata

Senin, 20 April 2026 - 16:09 WIB

Sentuhan Kemanusiaan di Pabian: Polisi Hadir, Harapan Tumbuh di Panti Asuhan

Senin, 20 April 2026 - 15:47 WIB

Sekjen Bidik Tegaskan Komitmen Kawal Program HDDAP DKPP Sumenep Secara Ketat

Berita Terbaru