JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Malam tasyakuran HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Jalan Belimbing Utara, Kelurahan Karangduak, berlangsung meriah sekaligus penuh makna. Kegiatan yang digelar Sabtu (23/08/2025) malam itu bukan sekadar seremoni, tetapi wujud nyata kebersamaan warga dalam menjaga tradisi gotong royong dan persatuan.
Sebelumnya, rangkaian lomba khas 17 Agustus telah digelar dan sukses menghadirkan keceriaan. Mulai dari cantol topi, makan kerupuk, tiup botol, hingga memasukkan bola ke kardus, semua lomba diikuti antusias oleh anak-anak maupun orang dewasa. Malam ini, seluruh rangkaian ditutup dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Yang paling membahagiakan adalah melihat anak-anak tertawa lepas, orang tua ikut bersemangat, dan semua warga bersatu merayakan kemerdekaan. Itulah inti dari perayaan ini menjaga semangat persatuan dan kebersamaan,” ujar H. Hendra Jaya, SE, Ketua Panitia usai kegiatan.
Ia menambahkan, seluruh rangkaian kegiatan ini bisa berjalan sukses berkat dukungan berbagai pihak serta komitmen warga untuk bahu-membahu.
“Tanpa kebersamaan, kegiatan semeriah ini tentu tidak akan terlaksana. Karena itu, kami sangat berterima kasih kepada semua pihak yang sudah ikut menyumbangkan tenaga, pikiran, maupun bantuan materi demi suksesnya acara,” imbuhnya.
Kemeriahan acara ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak. BPRS Bhakti Sumekar BUMD Sumenep serta H. Abd. Rahman dari Bintang Plastik berkontribusi dalam penyediaan perlengkapan lomba. Sementara dekorasi panggung dipercantik dengan sentuhan kreatif Fahrur Rozi, sehingga suasana tasyakuran semakin semarak.
Untuk memastikan acara berjalan rapi, kepanitiaan resmi juga telah dibentuk. Struktur tersebut menempatkan Sekdakab Ir. H. Edi Rasiyadi, M.Si dan Lurah Karangduak sebagai pelindung sekaligus pembina kegiatan. H. Hendra Jaya memimpin sebagai Ketua Panitia, didampingi Ach. Madani sebagai Wakil Ketua, serta H. Slamet Santoso sebagai Sekretaris. Bendahara dipercayakan kepada Deddy Irawan.
Di bidang teknis, Jonie Agus Hariyanto menangani Seksi Lomba, sedangkan urusan perlengkapan dikawal oleh Moh. Holilie bersama Ramdan. Dukungan lapangan melalui Seksi Pembantu Umum diisi oleh Destriyani Kadarsih, Sri Puji Astuti, dan Hoyyima.

Susunan kepanitiaan ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi warga Karangduak berjalan solid. Dengan peran yang terdistribusi jelas, kegiatan mampu terlaksana meriah, lancar, dan sarat makna kebersamaan.
Malam tasyakuran ini pun menegaskan, kemerdekaan tidak harus dirayakan dengan megah atau mahal. Kreativitas lomba, kepedulian bersama, dan gotong royong antarwarga justru menjadi inti suksesnya. Bagi warga Karangduak, HUT RI ke-80 tahun ini akan dikenang sebagai perayaan penuh warna yang menghidupkan kembali semangat solidaritas dan cinta tanah air.
Dari pantauan media, suasana tasyakuran tampak penuh kekeluargaan dan kebersamaan. Para bapak-bapak dan ibu-ibu yang hadir bersenda gurau sambil makan bersama, ditemani lantunan musik elekton yang turut memeriahkan acara, menambah hangatnya malam kebersamaan tersebut.

Hendra Jaya menegaskan, acara semacam ini tidak boleh berhenti hanya pada momentum perayaan.
“Kami berharap semangat kebersamaan yang lahir dari tasyakuran ini bisa terus terjaga. Jadi bukan hanya ketika 17 Agustus saja, tapi dalam kehidupan sehari-hari antarwarga Karangduak,” pungkasnya.
Kegiatan malam tasyakuran ini ditutup dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba yang diselenggarakan sebelumnya, serta diakhiri dengan doa bersama. (REDJAVA****)









