JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Sumenep kembali membuktikan profesionalisme dan kecepatan responsnya. Jumat (15/8/2025) menjadi salah satu hari yang paling sibuk, dengan empat kejadian berbeda yang harus ditangani dalam kurun waktu kurang dari enam jam.
Empat misi tersebut meliputi penyelamatan kucing yang terperangkap di sumur, pemadaman kebakaran sekam di area penggilingan padi, evakuasi biawak besar dari rumah warga, hingga penanganan kebakaran lahan yang berpotensi meluas. Seluruhnya terjadi di wilayah Kecamatan Kota Sumenep.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP Sumenep, Sugiyanto, mengatakan bahwa keberhasilan tersebut tidak lepas dari kecepatan laporan warga melalui layanan darurat SiLaPor 112 dan kesigapan anggota di lapangan.
“Kami selalu berusaha merespons setiap laporan secepat mungkin, baik itu terkait keselamatan manusia, hewan, maupun potensi kerugian harta benda. Semua tugas ini sama pentingnya, karena menyangkut kepedulian dan keselamatan warga,” ujarnya kepada media ini, Jum’at (15/08/2025) malam.
Kronologi Lengkap Aksi Damkar Sumenep:
1. 14.04 WIB – Evakuasi Kucing di Pandian. Laporan pertama datang dari Dewi, warga Desa Pandian. Ia panik karena seekor kucing terperangkap di dalam sumur di Jalan Barito, belakang Menara Suci, Gang Walet. Mengingat risiko hewan tersebut tenggelam atau terluka, petugas Damkar segera meluncur ke lokasi. Dengan peralatan khusus dan teknik evakuasi yang aman, kucing tersebut berhasil diangkat hidup-hidup. Kejadian ini menjadi bukti bahwa tugas Damkar tidak hanya terbatas pada memadamkan api, tetapi juga menyelamatkan makhluk hidup lain yang berada dalam bahaya.
2. 14.31 WIB – Kebakaran Sekam di Kolor Tak berselang lama, laporan kedua diterima dari Saiful, warga Desa Kolor, yang menyebut adanya kebakaran tumpukan sekam di area penggilingan padi sebelah timur Rojek Sabe. Api dikhawatirkan menjalar ke bangunan utama yang digunakan untuk usaha penggilingan. Petugas bergerak cepat melakukan pemadaman dibantu warga sekitar. Berkat koordinasi yang baik, kobaran berhasil dijinakkan dalam waktu singkat.

“Jika terlambat sedikit saja, kerugian bisa jauh lebih besar. Beruntung warga juga cepat melapor,” sambungnya.
3. 15.26 WIB – Evakuasi Biawak di Kebonagung. Sekitar pukul 15.26 WIB, laporan ketiga datang dari Bapak Sulaiman, warga Desa Kebonagung. Ia melaporkan seekor biawak besar masuk ke dalam rumahnya di samping Masjid Abdur Rahman. Petugas Damkar segera melakukan evakuasi dengan metode penangkapan hewan liar yang aman, memastikan satwa tersebut tidak melukai warga maupun dirinya sendiri.
“Kami juga memiliki SOP khusus untuk evakuasi hewan berisiko seperti biawak agar penanganannya aman dan terkendali,” jelasnya.
4. 17.21 WIB – Kebakaran Lahan di Kebonagung. Menjelang sore, Bapak Nanang dari Desa Kebonagung melaporkan adanya kebakaran lahan di sebelah barat lapangan tembak. Kondisi lahan yang kering membuat api cepat membesar dan berpotensi merembet ke area permukiman.
Petugas yang masih siaga di sekitar lokasi langsung bertindak memadamkan api hingga padam total.

Sugiyanto menegaskan bahwa keberhasilan penanganan keempat kejadian tersebut adalah hasil sinergi antara masyarakat dan petugas. Ia juga mengingatkan pentingnya kesadaran warga untuk segera melapor jika menemukan situasi darurat.
“Kecepatan laporan sangat menentukan keberhasilan penanganan. Jangan menunggu sampai situasi memburuk,” pungkas Sugik sapaan akrabnya. (REDJAVA****)












