Sehari Penuh Aksi Damkar Sumenep di Empat Lokasi Berbeda

Jumat, 15 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sehari Penuh Aksi Damkar Sumenep di Empat Lokasi Berbeda

Sehari Penuh Aksi Damkar Sumenep di Empat Lokasi Berbeda

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Sumenep kembali membuktikan profesionalisme dan kecepatan responsnya. Jumat (15/8/2025) menjadi salah satu hari yang paling sibuk, dengan empat kejadian berbeda yang harus ditangani dalam kurun waktu kurang dari enam jam.

Empat misi tersebut meliputi penyelamatan kucing yang terperangkap di sumur, pemadaman kebakaran sekam di area penggilingan padi, evakuasi biawak besar dari rumah warga, hingga penanganan kebakaran lahan yang berpotensi meluas. Seluruhnya terjadi di wilayah Kecamatan Kota Sumenep.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP Sumenep, Sugiyanto, mengatakan bahwa keberhasilan tersebut tidak lepas dari kecepatan laporan warga melalui layanan darurat SiLaPor 112 dan kesigapan anggota di lapangan.

“Kami selalu berusaha merespons setiap laporan secepat mungkin, baik itu terkait keselamatan manusia, hewan, maupun potensi kerugian harta benda. Semua tugas ini sama pentingnya, karena menyangkut kepedulian dan keselamatan warga,” ujarnya kepada media ini, Jum’at (15/08/2025) malam.

Kronologi Lengkap Aksi Damkar Sumenep:

Baca Juga :  Ketum FRN, Agus Flores Apresiasi TNI AU Atas Pengorbanan Nyata Demi Rakyat Dan Negara

1. 14.04 WIB – Evakuasi Kucing di Pandian. Laporan pertama datang dari Dewi, warga Desa Pandian. Ia panik karena seekor kucing terperangkap di dalam sumur di Jalan Barito, belakang Menara Suci, Gang Walet. Mengingat risiko hewan tersebut tenggelam atau terluka, petugas Damkar segera meluncur ke lokasi. Dengan peralatan khusus dan teknik evakuasi yang aman, kucing tersebut berhasil diangkat hidup-hidup. Kejadian ini menjadi bukti bahwa tugas Damkar tidak hanya terbatas pada memadamkan api, tetapi juga menyelamatkan makhluk hidup lain yang berada dalam bahaya.

2. 14.31 WIB – Kebakaran Sekam di Kolor Tak berselang lama, laporan kedua diterima dari Saiful, warga Desa Kolor, yang menyebut adanya kebakaran tumpukan sekam di area penggilingan padi sebelah timur Rojek Sabe. Api dikhawatirkan menjalar ke bangunan utama yang digunakan untuk usaha penggilingan. Petugas bergerak cepat melakukan pemadaman dibantu warga sekitar. Berkat koordinasi yang baik, kobaran berhasil dijinakkan dalam waktu singkat.

Baca Juga :  Aliansi Jurnalis Sumekar Resmi Dikukuhkan, 8 Tokoh Paling Berpengaruh Dapat Penghargaan

“Jika terlambat sedikit saja, kerugian bisa jauh lebih besar. Beruntung warga juga cepat melapor,” sambungnya.

3. 15.26 WIB – Evakuasi Biawak di Kebonagung. Sekitar pukul 15.26 WIB, laporan ketiga datang dari Bapak Sulaiman, warga Desa Kebonagung. Ia melaporkan seekor biawak besar masuk ke dalam rumahnya di samping Masjid Abdur Rahman. Petugas Damkar segera melakukan evakuasi dengan metode penangkapan hewan liar yang aman, memastikan satwa tersebut tidak melukai warga maupun dirinya sendiri.

“Kami juga memiliki SOP khusus untuk evakuasi hewan berisiko seperti biawak agar penanganannya aman dan terkendali,” jelasnya.

4. 17.21 WIB – Kebakaran Lahan di Kebonagung. Menjelang sore, Bapak Nanang dari Desa Kebonagung melaporkan adanya kebakaran lahan di sebelah barat lapangan tembak. Kondisi lahan yang kering membuat api cepat membesar dan berpotensi merembet ke area permukiman.
Petugas yang masih siaga di sekitar lokasi langsung bertindak memadamkan api hingga padam total.

Baca Juga :  Polsek Kangean Bongkar Kasus Penemuan Mayat Bayi di Rumah Kos Arjasa, Isu Mutilasi Dibantah Polisi

Sugiyanto menegaskan bahwa keberhasilan penanganan keempat kejadian tersebut adalah hasil sinergi antara masyarakat dan petugas. Ia juga mengingatkan pentingnya kesadaran warga untuk segera melapor jika menemukan situasi darurat.

“Kecepatan laporan sangat menentukan keberhasilan penanganan. Jangan menunggu sampai situasi memburuk,” pungkas Sugik sapaan akrabnya. (REDJAVA****)

Berita Terkait

Transformasi ASN Sumenep: Bupati Fauzi Luncurkan Aplikasi SIMANTRA demi Layanan Publik Unggul
Rakercab Pramuka Sumenep 2026, Bupati Fauzi Soroti Ancaman Media Sosial bagi Anak
Helmi Art Museum Dukung Pengembangan Keris Sumenep, Siap Jaga Warisan Budaya Leluhur
Sensus 2026 hingga SILAPOR 112, Ini 3 Instruksi Penting Kepala Diskominfo Sumenep ke ASN
Wejangan Bupati Fauzi saat Sambut Kepulangan Jemaah Haji Kloter 77-81
Momentum Hari Asyura, Koramil Sapudi dan Masjid Baitul Bilad Sumenep Basuh Air Mata Anak Yatim
Berburu Bumbu Masak Instan di Pasar Jangara: Solusi Praktis, Murah dan Ramah di Kantong
Membanggakan! Atlet Muda Asal ‘Kota Keris’ Sumenep Dipanggil PASI Jatim untuk Kejurnas Atletik 2026 di Jakarta

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 19:41 WIB

Transformasi ASN Sumenep: Bupati Fauzi Luncurkan Aplikasi SIMANTRA demi Layanan Publik Unggul

Senin, 22 Juni 2026 - 17:19 WIB

Rakercab Pramuka Sumenep 2026, Bupati Fauzi Soroti Ancaman Media Sosial bagi Anak

Senin, 22 Juni 2026 - 11:57 WIB

Helmi Art Museum Dukung Pengembangan Keris Sumenep, Siap Jaga Warisan Budaya Leluhur

Senin, 22 Juni 2026 - 09:00 WIB

Wejangan Bupati Fauzi saat Sambut Kepulangan Jemaah Haji Kloter 77-81

Minggu, 21 Juni 2026 - 22:35 WIB

Momentum Hari Asyura, Koramil Sapudi dan Masjid Baitul Bilad Sumenep Basuh Air Mata Anak Yatim

Berita Terbaru