JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Dinas Koperasi, UKM, dan Perindustrian-Perdagangan (Diskop UKM Perindag) Kabupaten Sumenep terus mendorong peningkatan profesionalisme pengelolaan koperasi.
Salah satunya melalui penyelenggaraan Diklat dan Uji Kompetensi bagi Sumber Daya Manusia (SDM) koperasi, yang digelar selama tiga hari, 11–13 Agustus 2025, di Hotel Asmi Sumenep.

Sebanyak 35 peserta, yang merupakan perwakilan dari berbagai koperasi di Sumenep, mengikuti pelatihan ini.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Diskop UKM Perindag Kabupaten Sumenep, Moh. Ramli, S.Sos., M.Si., dengan menghadirkan dua narasumber dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) PT Jaya Edukasi yang berbasis di Gedung AK-Tekstil Solo, Jawa Tengah.

Menurut Moh. Ramli, pelatihan ini menjadi langkah nyata pemerintah daerah untuk memperkuat kompetensi para pengurus dan pengelola koperasi.
“Kami ingin SDM koperasi di Sumenep memiliki kompetensi sesuai Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), sehingga koperasi mampu beroperasi secara profesional, transparan, dan akuntabel,” ujar Ramli dalam sambutannya.
Selama dua hari pertama, peserta mendapat materi komprehensif meliputi prinsip organisasi dan manajemen koperasi, pengelolaan keuangan, pengendalian internal, hingga strategi pengamanan aset.
“Di hari ketiga, seluruh peserta mengikuti uji kompetensi untuk memastikan mereka benar-benar memenuhi standar yang berlaku. Hasilnya akan menjadi dasar penerbitan sertifikat resmi yang diakui secara nasional,” sambungnya.
Ramli menegaskan, sertifikasi ini bukan sekadar formalitas, melainkan tolok ukur kualifikasi yang akan meningkatkan kepercayaan publik terhadap koperasi.
“Koperasi yang dikelola SDM kompeten akan lebih adaptif, sehat, dan berdaya saing. Dampaknya langsung pada peningkatan kesejahteraan anggota serta kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” ungkapnya.
Ia berharap, pelatihan dan uji kompetensi ini membawa manfaat nyata bagi pengurus, koperasi, dan masyarakat.
“Dengan penguatan kapasitas ini, kami optimistis koperasi di Sumenep dapat menjadi pilar ekonomi kerakyatan yang kokoh, berkelanjutan, dan relevan dengan tantangan zaman,” tandasnya. (REDJAVA****)














