BMKG Trunojoyo: Kemarau Basah Mulai Bergeser, Sumenep Harus Siap Hadapi Kering Kritis

- Redaksi

Senin, 11 Agustus 2025 - 09:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor BMKG Stasiun Trunojoyo Kalianget Sumenep

Kantor BMKG Stasiun Trunojoyo Kalianget Sumenep

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Langit di atas Sumenep kian jarang menurunkan hujan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Trunojoyo memastikan wilayah Sumenep dan sekitarnya telah memasuki musim kemarau sejak Mei 2025.

Namun, awal kemarau tahun ini berbeda diawali dengan fenomena kemarau basah akibat tingginya pasokan uap air di atmosfer selama beberapa bulan terakhir.

Kepala BMKG Trunojoyo Sumenep, Ari Wdjajanto, menjelaskan bahwa meski memasuki musim kemarau, pada dua bulan pertama hujan masih kerap turun.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Data menunjukkan, pada Juli 2025 hujan tercatat selama lima hari dengan total curah hujan 31,3 milimeter.

Jumlah ini lebih banyak dari sisi hari hujan dibandingkan Juli 2020 yang hanya tiga hari, namun secara volume, tahun 2020 justru mencatat 45,3 milimeter.

“Kalau dibandingkan dengan 2020, memang dari sisi intensitas masih lebih deras tahun 2020 meskipun hari hujannya lebih sedikit. Sedangkan tahun ini, intensitas lebih ringan tapi hari hujannya lebih banyak,” kata Ari Widjajanto, Senin (11/08/2025)

Ari menyebut pola musim 2025 lebih mirip dengan 2021, ketika hampir tidak terjadi hujan sama sekali di bulan Agustus.

“Insyaallah di Agustus 2025 ini kita tidak lagi mengalami hujan. Jadi bisa dibilang, kondisi musim kemarau kita tahun ini lebih mirip ke tahun 2021,” jelasnya.

Seiring masuknya Agustus, tren cuaca menunjukkan curah hujan mulai menurun dan diperkirakan terus berkurang hingga September.

“Kondisi ini tentunya memunculkan potensi kering kritis di sejumlah wilayah rawan kekeringan di Sumenep,” sambungnya.

Ari mengingatkan, meski suhu muka laut saat ini berada pada kondisi yang cukup mendukung, hal itu tidak menjamin bebas dari risiko kekeringan ekstrem apabila hujan tak kunjung turun.

Baca Juga :  Di Ajang CNN Indonesia Award 2024 ke 7, Pemkab Sumenep Terima Penghargaan Outstanding in Maximizing Village Potential

Situasi ini, kata Ari, menjadi dilema bagi warga. Petani garam dan tembakau justru membutuhkan cuaca kering demi hasil panen optimal, namun di sisi lain, kemarau panjang tanpa hujan mengancam pasokan air bersih.

‘BMKG sendiri mencatat, pada 2018, 2019, dan 2023, Madura pernah melewati Oktober tanpa satu tetes hujan pun, dan pola tersebut berpotensi terulang,” ujar Ari

Untuk itu, Ari mengimbau masyarakat, terutama di daerah rawan kekeringan, agar mulai mengantisipasi dampak musim kemarau.

Baca Juga :  Polres Sumenep Terjunkan 73 Personel Dalam Pengamanan Unras FMPL ke Pemkab

Langkah hemat air, penyimpanan cadangan, hingga koordinasi intensif dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menjadi kunci agar dampak kering kritis dapat ditekan.

“Kami minta masyarakat untuk tidak menganggap enteng kondisi ini. Langit memang bisa berubah, tetapi jika hujan tak kunjung datang, kesiapan kita menjadi penentu,” pungkas Ari. (REDJAVA****)

Follow WhatsApp Channel javanetwork.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

BERITA TERKAIT

HUT ke-14 IWO Sumenep: Pers Merdeka Menguat, Sinergi dengan Polisi Jadi Energi Baru Demokrasi
Ritme Laga Sengit Warnai Mini Soccer HUT RI, Forkopimda Sumenep Menang Dramatis 3-2
Sabu 0,12 Gram Terbongkar, Dua Pemuda Diamankan Satresnarkoba Polresta Sumenep
Perpusling Sumenep Bikin Suasana Sekolah Berubah, Buku dan Olahraga Jadi Magnet Siswa SDN Kebunan 1
DPMPTSP Sumenep Gelar SALEHA, Dorong Pelaku Usaha Sadar Legalitas dan Naik Kelas
Laga Mini Soccer Forkopimda vs BMPD di Sumenep Jadi Ajang Perkuat Silaturahmi
Camat Guluk-Guluk Dorong Anak Berani Berkreasi di Hari Kemerdekaan Lewat Lomba Mewarnai
Dispusip Sumenep Bangun Generasi Literat, Pembekalan Lomba Bertutur Jadi Jalan Menumbuhkan Keberanian Sejak Dini

BERITA TERKAIT

Kamis, 13 Agustus 2026 - 23:13 WIB

HUT ke-14 IWO Sumenep: Pers Merdeka Menguat, Sinergi dengan Polisi Jadi Energi Baru Demokrasi

Kamis, 13 Agustus 2026 - 21:12 WIB

Ritme Laga Sengit Warnai Mini Soccer HUT RI, Forkopimda Sumenep Menang Dramatis 3-2

Kamis, 13 Agustus 2026 - 20:15 WIB

Sabu 0,12 Gram Terbongkar, Dua Pemuda Diamankan Satresnarkoba Polresta Sumenep

Kamis, 13 Agustus 2026 - 20:05 WIB

Perpusling Sumenep Bikin Suasana Sekolah Berubah, Buku dan Olahraga Jadi Magnet Siswa SDN Kebunan 1

Kamis, 13 Agustus 2026 - 16:27 WIB

Laga Mini Soccer Forkopimda vs BMPD di Sumenep Jadi Ajang Perkuat Silaturahmi

BERITA TERBARU