JAVANETWORK.CO.ID.JAKARTA – Sumenep kembali mengukir prestasi di tingkat nasional. Helmi, kurator sekaligus pendiri Museum Helmi Art yang berlokasi di Desa Sera Barat, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, resmi meraih Sertifikat Kompetensi Kurator Keris KKNI Level 7 dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Ketua BNSP, Syamsi Hari, dalam acara pembukaan Rapat Kerja Nasional Sekretariat Nasional Perkerisan Indonesia (Rakernas SNKI) di Jakarta, Sabtu (9/8/2025).
Helmi menjadi satu dari 14 tokoh senior yang dinilai memiliki keahlian mumpuni dalam dunia perkerisan Indonesia.
Museum Helmi Art yang dikelolanya selama ini dikenal sebagai salah satu pusat koleksi dan pelestarian keris Nusantara, dengan kekayaan utama berupa ragam keris khas Sumenep yang bernilai sejarah tinggi.
Kehadiran Helmi di panggung Rakernas SNKI tidak hanya membawa nama dirinya, tetapi juga mengangkat citra Sumenep sebagai daerah yang memiliki tradisi perkerisan yang kuat.
“Bagi saya, sertifikasi ini bukan sekadar formalitas. Ini adalah pengakuan resmi atas kerja keras, dedikasi, dan cinta kami terhadap warisan leluhur. Saya ingin membuktikan bahwa Sumenep punya kontribusi besar bagi peradaban keris Nusantara,” ujar Helmi kepada media ini, Minggu (10/08/2025)
Momentum ini semakin istimewa karena Menteri Kebudayaan RI, Dr. Fadli Zon, M.Sc, juga ikut menjalani seluruh tahapan uji kompetensi, menegaskan pentingnya sertifikasi sebagai ukuran objektif keahlian, bukan sekadar pengakuan informal.
“Sertifikasi kompetensi adalah kehormatan. Ini bagian dari profesionalisasi pelaku budaya,” tegas Fadli Zon di hadapan peserta Rakernas.
Ketua BNSP Syamsi Hari menegaskan, sertifikasi kompetensi merupakan bentuk perlindungan negara terhadap profesi dan pelaku budaya.
“Dengan uji kompetensi, keahlian yang diwariskan turun-temurun tetap relevan, terukur, dan diakui secara nasional maupun internasional,” katanya.
Direktur LSP Perkerisan Indonesia, Agung Guntoro Wisnu, S.Ak, menambahkan bahwa proses sertifikasi Kurator Keris KKNI Level 7 ini dilakukan dengan prosedur ketat, melibatkan asesor tersertifikasi dan perangkat uji yang tervalidasi resmi.
Daftar 14 Penerima Sertifikat Kompetensi Kurator Keris KKNI Level 7:
1. Dr. Fadli Zon, M.Sc
2. Ir. Andi Thaswin (Bugis Makassar)
3. Empu Basuki Teguh Yuwono (Besalen Brojobuwono)
4. RM. Agus Triatmojo (Kraton Surakarta Hadiningrat)
5. M. Bakrin (Bali)
6. Empu Harjo Herlambang (Besalen Condro Aji)
7. Dr. Andi Budi Sulistijanto, M.Kom (Universitas Ciputra)
8. Dr. Roni Wardhana (Master Asesor)
9. Ilham Triadi (Banyuwangi)
10. Santosa Adiwibowo (Universitas Diponegoro – Semarang)
11. Gus Bayu Pamungkas (Besalen Brojo Wijoyo Madiun)
12. Heru Yuwono (Asesor)
13. Helmi (Museum Helmi Art – Desa Sera Barat, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep)
14. Bening Tri Suwasono (Kaprodi Keris ISI Surakarta)
Keberhasilan Helmi menjadi bukti bahwa pelestarian budaya tidak mengenal batas wilayah. Dari desa di ujung timur Madura, Sumenep kini ikut berbicara di panggung kebudayaan nasional, membuktikan bahwa warisan leluhur akan terus hidup selama ada tangan-tangan yang merawatnya dengan sepenuh hati. (REDJAVA****)











