JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Upaya Pemerintah Kabupaten Sumenep dalam menekan angka stunting tak sekadar slogan. Melalui program unggulan bertajuk Samper Alenteng singkatan dari Bersama Perhatikan Balita Stunting TP PKK Kabupaten Sumenep membuktikan komitmen nyata dalam menyentuh langsung titik-titik rawan gizi dengan pendekatan kolaboratif yang menyeluruh.
Program yang diinisiasi oleh Pokja 4 TP PKK Kabupaten Sumenep sejak 2019 ini bukan sekadar rutinitas tahunan. Ia lahir sebagai respons cepat atas ditetapkannya stunting sebagai isu nasional pada tahun 2018. Kini, Samper Alenteng menjelma menjadi gerakan terpadu yang menyinergikan berbagai elemen, mulai dari kader kesehatan, aparatur desa, penyuluh pertanian, hingga institusi lintas sektor seperti Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, dan BAZNAS.
Kehadiran langsung Ketua TP PKK Kabupaten Sumenep, Ibu Nia Kurnia Fauzi, dalam pelaksanaan program ini menjadi simbol kuat dukungan dari jajaran pimpinan daerah terhadap gerakan penanggulangan stunting. Keterlibatan beliau tidak hanya sebagai pengarah kebijakan, tetapi juga turun langsung ke lapangan untuk memastikan kegiatan berjalan maksimal dan menyentuh keluarga yang membutuhkan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kekuatan Samper Alenteng justru terletak pada kemampuannya merangkul berbagai lini. Para penyuluh pertanian berperan penting menciptakan solusi ketahanan pangan lokal, menyesuaikan dengan kondisi lingkungan rumah balita stunting. Sementara itu, sektor sosial dan kesehatan menjamin intervensi gizi dan jaminan layanan melalui program JKN dan PKH.
BAZNAS Kabupaten Sumenep juga tak tinggal diam. Lembaga ini terlibat aktif dalam memberikan bantuan langsung berupa sembako dan paket nutrisi kepada keluarga balita stunting, terutama yang tergolong miskin.
Tak ketinggalan, Pokja 3 TP PKK Kabupaten turut memperkaya program ini dengan membagikan makanan berbahan dasar ikan. Asupan kaya protein hewani ini dipercaya sangat efektif memperbaiki status gizi balita secara berkelanjutan.
Bulan Juli 2025 menjadi momentum penting. Tim Samper Alenteng menyambangi lima kecamatan dengan fokus utama tiga balita stunting di setiap desa sasaran. Mereka tak hanya menerima Pemberian Makanan Tambahan (PMT), tetapi juga ikut dalam sesi konseling keluarga untuk mengupas tuntas permasalahan gizi dan pola asuh.

Rangkaian kunjungan dimulai 7 Juli di Desa Kalianget Timur, Kecamatan Kalianget, dilanjutkan 14 Juli di Desa Lapa Taman, Dungkek. Kemudian 17 Juli di Desa Lebeng Barat, Pasongsongan, serta 21 Juli di Desa Tamba Agung Ares, Ambunten. Kegiatan pamungkas digelar di Desa Pakamban Laok, Kecamatan Pragaan, pada 22 Juli.
Setiap kunjungan difokuskan pada balita stunting dari keluarga kurang mampu yang juga mengalami masalah gizi kronis. Tim bergerak bersama, tidak sekadar memberi bantuan, tetapi membangun harapan baru.
Samper Alenteng bukan hanya simbol kepedulian, tapi juga gambaran bagaimana kolaborasi, ketekunan, dan pendekatan humanis bisa menjadi solusi jangka panjang bagi generasi mendatang.
Dengan semangat gotong royong dan strategi yang menyentuh akar masalah, TP PKK Kabupaten Sumenep melalui Pokja 4 menunjukkan bahwa perang melawan stunting adalah tanggung jawab bersama, dan perubahan dimulai dari desa. (REDJAVA****)









