Shibori Menyapa Sumenep, Nia Kurnia Fauzi Bangkitkan Batik Sebagai Nafas Baru Ekonomi dan Identitas Budaya

- Redaksi

Kamis, 10 Juli 2025 - 13:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua TP PKK Kabupaten Sumenep Nia Kurnia Fauzi Saat Memberikan Sambutan Diacara Pelatihan Pembuatan Batik Shibori di Aula Kantor PKK, Kamis (10/08/2025)

Ketua TP PKK Kabupaten Sumenep Nia Kurnia Fauzi Saat Memberikan Sambutan Diacara Pelatihan Pembuatan Batik Shibori di Aula Kantor PKK, Kamis (10/08/2025)

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Di tengah derasnya arus modernisasi, Kabupaten Sumenep menunjukkan komitmen kuat untuk tetap berpijak pada akar budayanya. Kamis pagi, 10 Juli 2025, suasana Sekretariat TP PKK Kabupaten Sumenep terasa berbeda. Puluhan perempuan hadir dengan semangat membara mengikuti Pelatihan Pembuatan Desain Batik dengan Teknik Shibori, yang digagas langsung oleh TP PKK melalui Pokja III.

Kegiatan yang mengusung teknik batik kontemporer ini dibuka secara resmi oleh Ketua TP PKK Kabupaten Sumenep, Ny. Hj. Nia Kurnia Fauzi, yang tampil inspiratif dalam sambutannya. Ia menyampaikan bahwa pelatihan ini bukan semata kegiatan rutin, tetapi bagian dari gerakan besar membangun ekonomi kreatif perempuan yang berbasis budaya lokal dan ramah lingkungan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami ingin Sumenep dikenal tak hanya karena keindahan alam dan wisata religiusnya, tapi juga karena karya batik yang khas, bernilai, dan mendunia. Melalui teknik Shibori ini, kita ciptakan motif-motif baru yang unik dan tak tergantikan,” ungkap Nia Kurnia Fauzi dengan penuh semangat.

Shibori adalah teknik batik ikat celup khas Jepang yang kini mulai digemari di Indonesia. Melalui proses pelipatan, penjepitan, dan pencelupan, kain menghasilkan motif yang tak bisa ditiru dua kali. Di tangan perempuan Sumenep, teknik ini dipercaya mampu menjadi jalan baru untuk menghidupkan ekonomi kreatif lokal.

Baca Juga :  Tingkatkan Pendidikan dan Kesehatan, Gus Fausi Bacaleg Termuda PDI-P Dapil V Yakin Lolos Anggota Legislatif 2024

Lebih dari itu, Ketua TP PKK Sumenep ini menekankan pentingnya peran batik sebagai media diplomasi budaya.

“Citra Sumenep tak hanya dibangun lewat media massa, tapi juga bisa lahir dari motif batik yang dibawa pulang wisatawan sebagai oleh-oleh. Di situlah kekuatan batik, sebagai identitas, sebagai cerita, bahkan sebagai duta,” tambahnya.

Tak lupa, ia menyuarakan harapan besar kepada seluruh peserta pelatihan agar benar-benar memanfaatkan momen ini untuk meningkatkan kualitas diri dan karya. Ia juga mengajak Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan serta lembaga keuangan di daerah untuk terus memberi dukungan penuh, khususnya dalam aspek pembiayaan yang selama ini masih menjadi kendala utama para pelaku usaha batik.

Baca Juga :  Seiring Berakhirnya Status Pandemi Covid-19, Rutan Sumenep Hentikan Program Asimilasi di Rumah

“Kalau batik Sumenep bisa masuk ke butik-butik besar di kota, ke galeri nasional, atau dipakai dalam peragaan busana internasional itu bukan mimpi. Tapi harus dimulai dari sini, dari tangan-tangan ibu-ibu yang berkarya dengan cinta,” tutur Nia Kurnia yang dikenal aktif mendorong pemberdayaan perempuan di daerah,” jelasnya.

Pelatihan batik Shibori ini, selain mengenalkan teknik baru, juga menekankan pentingnya penggunaan pewarna alami sebagai bentuk komitmen terhadap kelestarian lingkungan. Dengan begitu, batik tak hanya indah secara visual, tapi juga beretika dalam proses.

Baca Juga :  Langkah Humanis Polisi Sumenep: Edukasi Remaja dan Cegah Balap Liar di Malam Hari

Acara yang juga dihadiri oleh jajaran pengurus TP PKK, perwakilan Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan, serta para narasumber kompeten ini menjadi bukti nyata bahwa perempuan Sumenep siap melangkah lebih jauh dalam arus ekonomi kreatif global.

“Mari kita buktikan bahwa dari desa, dari kampung, dari dapur-dapur rumah tangga, bisa lahir karya besar yang tidak hanya menghidupi keluarga, tapi juga mengharumkan nama Sumenep di tingkat nasional dan internasional.” tutup Nia Kurnia Fauzi.

Dengan semangat kolaboratif dan inovatif, pelatihan batik Shibori ini diyakini akan menjadi gerakan baru di Sumenep mengubah potensi menjadi prestasi, dan kreativitas menjadi kesejahteraan. (REDJAVA****)

Follow WhatsApp Channel javanetwork.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

BERITA TERKAIT

Kakanwil Ditjenpas Jatim Kusnali Sambangi Rutan Sumenep, Kejar Paket hingga Batik Catra Tuai Apresiasi
Disdik Sumenep Dorong Dongeng Jadi Senjata Pendidikan Karakter Anak Sejak Dini
Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD
PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni
Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep
154 Warga Binaan Rutan Sumenep Terima Remisi HUT ke-81 RI, 2 Langsung Bebas
75 Paskibraka Sumenep Sukses Kawal HUT ke-81 RI, Honor Cair dan Evaluasi Besar Disiapkan
Camat Pragaan Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Kobarkan Nasionalisme dan Perkuat Kebersamaan Warga

BERITA TERKAIT

Rabu, 16 September 2026 - 08:22 WIB

Kakanwil Ditjenpas Jatim Kusnali Sambangi Rutan Sumenep, Kejar Paket hingga Batik Catra Tuai Apresiasi

Minggu, 13 September 2026 - 23:59 WIB

Disdik Sumenep Dorong Dongeng Jadi Senjata Pendidikan Karakter Anak Sejak Dini

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:32 WIB

Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep

BERITA TERBARU