JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Wakil Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Nasional (Waka Pusdiklatnas) Gerakan Pramuka, Laiyin Nento, menegaskan pentingnya peran pelatih sebagai motor penggerak transformasi pendidikan karakter berbasis kepramukaan.
Hal tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber utama dalam kegiatan Penyegaran Pelatih Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Sumenep, yang digelar pada Rabu, 2 Juli 2025, di Auditorium Ar Rochmah, Pondok Pesantren Nasyrul Ulum Aengdake, Bluto, Sumenep.
Kegiatan ini menjadi magnet bagi para pelatih pembina Pramuka di Sumenep. Dengan semangat kolaborasi dan peningkatan kapasitas, para pelatih mengikuti sesi demi sesi yang disampaikan oleh dua narasumber utama, yakni Laiyin Nento (Waka Pusdiklatnas) dan Indawan Setyo, M.Si. (Kepala Pusdiklatda Jawa Timur), yang keduanya dikenal sebagai figur penting dalam pengembangan sistem diklat Gerakan Pramuka.

Dalam sambutannya, Laiyin Nento menyampaikan bahwa pelatih tidak hanya bertugas menyampaikan materi, tetapi juga harus mampu menjadi role model dalam integritas, inovasi, dan kepemimpinan berkarakter.
Ia juga mendorong para pelatih untuk terus memperbarui pendekatan dan metode pelatihan agar relevan dengan tantangan zaman, terutama dalam menghadapi generasi digital dan pasca pandemi.
“Pelatih adalah garda depan perubahan. Di tangan Anda, kualitas pembina akan terbentuk, dan melalui pembina yang hebat, lahirlah generasi muda tangguh yang siap memimpin bangsa,” tegas Laiyin di hadapan peserta.
Kegiatan penyegaran ini secara resmi dibuka oleh Ketua Kwarcab Sumenep, Wahyu Kurniawan Pribadi, AP., M.Si., yang dalam sambutannya menyatakan bahwa pelatih memiliki posisi strategis dalam menjaga marwah dan keberlanjutan Gerakan Pramuka di tengah dinamika global.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua Harian Kwarcab Sumenep Dr. Zamzami Sabiq, M.Psi. yang dikenal sebagai akademisi dan praktisi pendidikan karakter, serta Wakil Ketua Bidang Binamuda Kwarcab Sumenep, Jonsi, MM. yang mendukung penuh agenda penguatan kompetensi pelatih di kabupaten paling timur Pulau Madura ini.
Kegiatan berlangsung dinamis dengan sesi interaktif, dialog terbuka, serta penguatan jejaring antar pelatih. Para peserta juga diberikan pembaruan kurikulum pelatihan serta strategi pelatihan berbasis pengalaman dan kontekstualisasi lokal.
Melalui kegiatan ini, Kwarcab Sumenep menunjukkan komitmennya dalam mencetak pelatih-pelatih tangguh yang siap menjawab tantangan zaman, dan menjadi inspirasi bagi kwartir cabang lainnya di Indonesia. (REDJAVA****)











