JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP — Di tengah gelombang prestasi atlet muda Sumenep yang mulai menembus pentas nasional hingga internasional, kondisi Gedung Olahraga (GOR) A. Yani atau GOR Sumekar justru memprihatinkan.
Lantai retak, atap bocor, dinding kusam, hingga tribun keropos menjadi potret buram dari tempat latihan utama para atlet daerah.
Namun asa belum padam. Pemerintah Kabupaten Sumenep di bawah kepemimpinan Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo memutuskan untuk bertindak cepat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kalau terus menunggu sport centre, saya kira hanya akan memperpanjang daftar harapan. GOR ini rusak, tapi masih bisa diselamatkan. Saya minta KONI dan Disbudporapar duduk bersama menentukan skala prioritas renovasi,” kata Bupati Fauzi, Jumat (20/6/2025).
Rencana pembangunan sport centre sebenarnya sudah lama mengemuka. Lahan pun telah disiapkan. Namun, belum masuk prioritas pendanaan nasional, sehingga realisasinya masih abu-abu.
Bupati Fauzi menilai menunggu bukan pilihan. Menurutnya, merenovasi GOR Sumekar secara bertahap akan memberi dampak nyata bagi para atlet.
“Program pusat kini lebih fokus ke sektor lain. Kita harus realistis dan maksimalkan yang ada. Ini bukan tambal sulam, tapi langkah konkret menjaga semangat atlet-atlet kita,” imbuhnya.
Langkah ini langsung disambut positif kalangan olahraga. Para pelatih dan pembina menilai keputusan Bupati sebagai bukti nyata komitmen terhadap dunia olahraga.
Ketua DPC PDI Perjuangan Sumenep, Fauzi juga dinilai berhasil menerjemahkan semangat gotong royong ke dalam kebijakan publik. Renovasi GOR di tengah keterbatasan anggaran disebut sebagai kebijakan pro-rakyat dan pro-prestasi.
“Kalau fasilitas diperbaiki, prestasi pasti ikut naik. Kita punya banyak atlet muda potensial, tinggal diberi tempat yang layak,” ujar sosok orang nomer satu di lingkungan Pemkab Sumenep itu.
Bagi para atlet muda, ucapan Bupati menjadi angin segar. Mereka sadar, perjuangan mereka layak difasilitasi, meski dalam kondisi serba terbatas.
“Kita harus bergerak dengan apa yang kita miliki. Olahraga bukan sekadar mimpi, tapi kerja nyata yang harus difasilitasi sekarang,” tutup Fauzi.
Sementara itu, Kepala Disbudporapar Sumenep, Moh. Iksan, memastikan pihaknya siap mengawal penuh proses renovasi serta penguatan sarana olahraga di daerah.
“Pemkab Sumenep sangat berkomitmen memenuhi kebutuhan fasilitas olahraga. Karena ini berdampak langsung pada pembinaan atlet dan pencapaian prestasi,” ujar Iksan.
Ia menegaskan, olahraga bukan sekadar kebanggaan daerah, tetapi bagian dari pembangunan SDM yang unggul dan kompetitif.
“Prestasi adalah keharusan. Maka, pembangunan fasilitas olahraga tidak boleh stagnan. Dengan sinergi kuat pemerintah dan masyarakat, Sumenep akan makin bersinar,” pungkasnya. (REDJAVA****)









