JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP — Perguruan Silat Nasional (PSN) Perisai Putih Cabang Sumenep menggelar kegiatan ujian kenaikan tingkat sabuk selama dua hari, dimulai pada Sabtu hingga Minggu, 14–15 Juni 2025. Kegiatan ini dipusatkan di Fatimah International Elementary School, yang berlokasi di Desa Jabaan, Kecamatan Manding, Kabupaten Sumenep.
Ujian ini merupakan agenda rutin tahunan yang wajib diikuti oleh seluruh siswa-siswi dari berbagai ranting di bawah naungan PSN Perisai Putih Cabang Sumenep. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengukur sejauh mana perkembangan serta pemahaman para siswa terhadap materi latihan yang telah mereka pelajari selama berada di tingkat sebelumnya.

Tahun ini, sebanyak 399 peserta ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Jumlah ini menjadi yang terbanyak sepanjang sejarah pelaksanaan ujian kenaikan tingkat di cabang Sumenep, yang menandakan antusiasme dan semangat tinggi dari para siswa dalam menekuni seni bela diri tradisional ini.
“Jumlah peserta yang meningkat ini menjadi indikator bahwa latihan yang dilakukan di tiap-tiap ranting berjalan dengan konsisten dan penuh komitmen. Ini juga menjadi bukti bahwa minat terhadap bela diri warisan bangsa terus berkembang di kalangan generasi muda,” ujar Ketua PSN Perisai Putih Cabang Sumenep, Imam Syafi’i, S.H., kepada media ini, Minggu (15/06/2025).
Selama dua hari pelaksanaan, para peserta mengikuti serangkaian ujian yang mencakup berbagai aspek penting dalam silat, di antaranya ujian jurus, gerak dasar, sabung (pertarungan), mental, teknik kombinasi, serta caraka malam sebuah ujian fisik dan mental yang menjadi bagian tak terpisahkan dari tradisi dan pakem yang berlaku dalam perguruan silat nasional Perisai Putih.
Imam Syafi’i menambahkan bahwa kegiatan ini tidak hanya menekankan pada aspek teknis beladiri semata, tetapi juga bertujuan untuk membentuk karakter, disiplin, dan tanggung jawab para peserta, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam lingkungan sosial mereka.

“Dengan mengikuti ujian ini, para siswa diharapkan tidak hanya naik tingkat secara simbolis melalui perubahan sabuk, tetapi benar-benar mampu menggali, memahami, dan menghayati nilai-nilai yang diajarkan dalam perguruan silat Perisai Putih. Semoga mereka menjadi insan yang tangguh secara fisik, kuat secara mental, dan berakhlak mulia,” pungkasnya. (REDJAVA****)













