JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Rencana pelaksanaan Survei Seismik Tiga Dimensi (3D) di wilayah perairan dangkal West Kangean, Kabupaten Sumenep, mendapat perhatian dari berbagai pihak, termasuk Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PC-PM) Arjasa.
Survei ini merupakan bagian dari kegiatan eksplorasi dan eksploitasi migas yang akan dilakukan oleh Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama PT Kangean Energy Indonesia (KEI), anak perusahaan dari PT Energi Mega Persada Tbk. yang berada dalam Grup Bakrie.
Ketua PC-PM Arjasa, Fadli, menegaskan bahwa pihaknya menyoroti pentingnya aspek keberlanjutan sosial dan ekologis dalam setiap kegiatan migas yang menyentuh wilayah kepulauan seperti Kangean.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia mengungkapkan, masyarakat masih mengingat sejumlah dampak dari kegiatan eksplorasi migas yang pernah berlangsung sejak tahun 1985, terutama di wilayah Pagerungan Besar.
“Banyak harapan yang dulu muncul dari masyarakat ketika eksplorasi migas dimulai. Namun dalam pelaksanaannya, tidak sedikit warga yang merasa belum benar-benar merasakan manfaat langsung. Justru sebagian mengalami kesulitan, terutama nelayan yang kehilangan ruang tangkapnya,” ujar Fadli, Sabtu (14/5/2025).
Menurutnya, keberadaan perusahaan migas seharusnya tidak hanya berorientasi pada keuntungan semata, tetapi juga memperhatikan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan perlindungan lingkungan serta kesejahteraan masyarakat lokal.
Ia menambahkan, selama ini sebagian warga bahkan memilih menjadi tenaga kerja migran ke luar negeri akibat menurunnya penghidupan di kampung halaman.
“Kami tidak menolak pembangunan. Kami hanya ingin memastikan bahwa setiap langkah yang diambil benar-benar memperhatikan kepentingan masyarakat dan tidak mengulang kesalahan masa lalu,” ungkapnya.
Fadli menegaskan, Pemuda Muhammadiyah Arjasa akan terus mengawal isu ini dengan mengedepankan dialog, edukasi, dan penyampaian aspirasi secara terbuka.
“Keterlibatan masyarakat lokal dalam setiap proses sangat penting agar pembangunan tidak menjadi beban, tetapi justru menjadi berkah,” pungkasnya. (REDJAVA****)









