JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Komandan Kodim 0827/Sumenep, Letkol Inf Yoyok Wahyudi, melakukan kunjungan kerja ke Koramil 0827/22 Masalembu dalam rangka memperkuat pengamanan wilayah kepulauan terluar Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya TNI AD dalam menjaga kedaulatan dan stabilitas keamanan di daerah rawan, terutama di kawasan kepulauan.
Dalam arahannya kepada seluruh personel Koramil, Letkol Inf Yoyok Wahyudi menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap peredaran narkoba serta larangan keras terhadap praktik judi online. Ia menyebut bahwa wilayah Sumenep, dengan karakteristik geografis berupa pulau-pulau kecil, memiliki potensi kerawanan yang tinggi terhadap masuknya narkotika.
“Integritas dan kewaspadaan prajurit sangat diperlukan. Narkoba adalah ancaman serius yang merusak individu, keluarga, dan institusi. Jangan pernah menyentuh barang bukti seperti sabu-sabu tanpa alat pelindung, karena risikonya sangat berbahaya,” tegasnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia juga mengingatkan tentang bahaya praktik judi online yang kian marak dan menjadi ancaman moral bagi prajurit TNI.

“Sistemnya dirancang untuk merugikan. Hindari segala bentuk perjudian, karena bisa mencoreng nama baik satuan,” lanjutnya.
Dalam kesempatan itu, Dandim juga mengajak seluruh prajurit untuk terus menjaga kedisiplinan dan membangun hubungan harmonis dengan masyarakat. Ia menyebut bahwa musuh terbesar bukan hanya yang ada di medan perang, melainkan rasa bosan dan kelalaian dalam menjalankan tugas.
Tak lupa, Letkol Yoyok mendorong para prajurit agar memiliki keahlian tambahan yang bermanfaat di masyarakat, seperti beternak atau keterampilan teknis lainnya.
Kunjungan kerja ini juga diisi dengan kegiatan silaturahmi bersama Forkopimcam dan tokoh masyarakat Masalembu, yang digelar di Koramil 0827/22 Masalembu. Dandim menekankan pentingnya sinergi antara TNI dan masyarakat sipil.
“Babinsa tidak akan bisa maksimal tanpa dukungan masyarakat. Hubungan baik yang sudah terjalin harus terus dijaga,” ucapnya.
Letkol Yoyok juga memberikan apresiasi tinggi atas peran aktif masyarakat Masalembu dalam menggagalkan peredaran narkoba, khususnya terkait temuan 52 kilogram sabu di perairan setempat beberapa waktu lalu. Ia menyatakan bahwa hal ini menunjukkan tingginya kesadaran bela negara di masyarakat kepulauan.

Sebagai bentuk penghargaan, Dandim menyerahkan piagam dan bantuan sembako kepada empat nelayan asal Desa Sukajeruk, yakni Sirat (60), Naim (30), Fadil (25), dan Mastur (40). Mereka dianggap berjasa karena segera melaporkan temuan 35 kilogram sabu saat sedang melaut.
“Atas nama Pangdam V/Brawijaya, kami menyampaikan apresiasi kepada warga yang berani dan peduli terhadap keamanan wilayah,” ungkapnya.
Letkol Yoyok menegaskan bahwa pemberantasan narkoba bukan hanya tugas aparat, tetapi tanggung jawab seluruh elemen bangsa. Ia berharap keberanian para nelayan Masalembu menjadi inspirasi bagi masyarakat luas untuk selalu waspada dan berani bertindak jika menemukan aktivitas mencurigakan.
“Dengan sinergi yang kuat antara aparat dan masyarakat, kita bisa menjaga Masalembu tetap aman, bersih dari narkoba, dan menjadi wilayah yang membanggakan,” pungkasnya. (REDJAVA/PENDIM****)










