JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Di tengah semangat Iduladha 1446 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Sumenep menegaskan bahwa ibadah kurban harus membawa dampak sosial yang nyata. Tak sekadar menyembelih hewan, tetapi memastikan setiap potong daging menyentuh hati dan perut masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Wakil Bupati Sumenep KH. Imam Hasyim menggarisbawahi pentingnya manajemen distribusi kurban yang tertib, adil, dan tepat sasaran. Hal ini disampaikannya saat menghadiri penyembelihan dan penyaluran hewan kurban di UPT Rumah Perlindungan Sosial, Jumat (6/6/2025).
“Kami ingin memastikan bahwa daging kurban benar-benar sampai ke tangan kaum duafa, bukan sekadar seremonial. Ini tentang empati, tentang hadirnya negara dalam kesulitan rakyat,” tegas Wabup.
Menurutnya, kegiatan kurban memiliki nilai spiritual sekaligus sosial yang tinggi. Pemerintah, kata Wabup, tidak ingin hanya berhenti pada simbol ibadah, tetapi juga menanamkan makna kebersamaan, keadilan sosial, dan solidaritas.
Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) mengambil peran sentral dalam proses penghimpunan dan pendistribusian hewan kurban tahun ini. Total sebanyak 34 ekor hewan kurban berhasil dikumpulkan terdiri dari 9 ekor sapi dan 25 ekor kambing yang bersumber dari perangkat daerah, BUMN, BUMD, hingga instansi vertikal.
Kepala Dinsos P3A, Mustangin, menjelaskan bahwa penyaluran hewan kurban dilakukan melalui jalur strategis, yakni lembaga keagamaan dan sosial yang sudah terbukti dekat dengan masyarakat akar rumput.
“Kami menerima permohonan dari 148 lembaga penyalur. Terdiri dari 62 musala, 69 organisasi masyarakat, 8 masjid, dan 9 yayasan. Semuanya kami data dan verifikasi agar tepat sasaran,” ujarnya.
Mustangin menambahkan bahwa proses distribusi dilakukan dengan pendekatan transparan dan akuntabel agar tidak terjadi tumpang tindih penerima. Pemerintah ingin memastikan bahwa tidak ada warga kurang mampu yang terlewatkan dalam momen penuh berkah ini.

Kegiatan kurban di Sumenep bukan hanya soal ibadah individu, tetapi juga bagian dari gerakan kolektif membangun tatanan sosial yang berkeadilan. Wakil Bupati menilai, nilai-nilai ini penting dijaga agar spirit Iduladha tak tereduksi hanya menjadi ritual tahunan.
“Kurban mengajarkan kita untuk berbagi, untuk mengalahkan ego, dan menyatukan hati dengan mereka yang terlupakan. Dari daging yang dibagikan, lahir silaturahmi dan penguatan solidaritas,” pungkas KH. Imam Hasyim.
Dalam suasana Iduladha tahun ini, Pemerintah Kabupaten Sumenep juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang secara mandiri berkurban. Langkah tersebut dipandang sebagai bentuk ketakwaan sekaligus kontribusi sosial yang luar biasa. (REDJAVA****)













