JAVANETWORK.CO.ID.PROBOLINGGO – Prestasi kembali ditorehkan SMA Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo. Sebanyak 27 siswa berhasil menembus Perguruan Tinggi Negeri (PTN) favorit lewat jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2025, yang diumumkan secara resmi pada Rabu, 28 Mei 2025.
Satu di antara mereka, Griselda Valensia, berhasil meraih kursi di Universitas Indonesia (UI), jurusan Hubungan Internasional, menegaskan eksistensi SMA Nurul Jadid sebagai pencetak generasi unggul berdaya saing nasional.
Capaian ini bukan hasil kebetulan. Di balik deretan nama yang lolos PTN, ada kerja kolektif dan sistem pendidikan yang dirancang matang. SMA Nurul Jadid tidak hanya mengandalkan kekuatan pembelajaran konvensional, tetapi mengusung pendekatan pendampingan komprehensif.
Program pendampingan itu mencakup pengayaan soal UTBK, simulasi ujian berkala, hingga bimbingan konseling intensif. Semua diarahkan untuk mengasah kemampuan kognitif, mengenali potensi individu, serta membentuk ketahanan mental siswa dalam menghadapi tekanan seleksi nasional.
Drs. Rahardjo, Kepala SMA Nurul Jadid, menyampaikan apresiasi terhadap seluruh tim pendidik dan siswa atas capaian tersebut.
“Kami percaya setiap anak memiliki potensi luar biasa. Tugas kami adalah membimbing dan mendorong mereka untuk bersaing di tingkat nasional. Hasilnya? Luar biasa membanggakan!” ungkapnya kepada media ini, Senin (02/06/2025).
Sementara itu, Juwariyah, M.Pd., Koordinator Bimbingan Konseling sekolah, menegaskan pentingnya pendekatan holistik.
“Kami tidak hanya bicara akademik, tetapi juga membentuk kesiapan mental siswa. Konseling rutin sangat efektif membantu mereka memilih jurusan yang sesuai dan menghadapi ujian dengan rasa percaya diri,” jelasnya.
Dalam aspek kurikulum, sekolah juga memetakan strategi sejak awal. Fadlur Rohman MH., S.Pd., Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, menjelaskan bahwa pemetaan potensi siswa dilakukan sejak kelas awal.
“Kami menyusun pembinaan UTBK sejak dini, termasuk menyelenggarakan 2 kali tryout UTBK nasional dan 4 kali tryout lokal. Fokus kami bukan hanya kuantitas siswa yang lolos, tapi juga kualitas kampus dan jurusan yang mereka tempuh,” katanya.
Kisah Griselda yang berhasil menembus UI kini menjadi inspirasi dan role model bagi adik-adik kelasnya. Dengan 27 siswa diterima di kampus-kampus negeri favorit, SMA Nurul Jadid semakin mengukuhkan diri sebagai lembaga pendidikan yang konsisten mencetak generasi tangguh dan unggul untuk Indonesia.
“Kami siap melesat lebih jauh. SMA Nurul Jadid berkomitmen terus mencetak generasi emas yang tak hanya berprestasi, tapi juga berkontribusi nyata bagi bangsa,” pungkas Drs. Rahardjo penuh optimisme. (REDJAVA****)












