Banjir Rob di Desa Saobi Membawa Sampah, Warga Desak Pemkab Sumenep Turun Tangan

- Redaksi

Jumat, 30 Mei 2025 - 21:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banjir Rob di Desa Saobi Membawa Sampah, Warga Desak Pemkab Sumenep Turun Tangan

Banjir Rob di Desa Saobi Membawa Sampah, Warga Desak Pemkab Sumenep Turun Tangan

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP — Fenomena banjir rob kembali melanda wilayah pesisir Desa Saobi, Kecamatan Kangayan, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Air laut pasang besar yang terjadi sejak Senin (26/5/2025) tidak hanya menggenangi pemukiman warga, tetapi juga membawa serta tumpukan sampah ke daratan.

Hingga Jumat (30/5/2025), genangan air masih belum sepenuhnya surut.

Sejumlah warga mengeluhkan dampak banjir rob kali ini yang dinilai lebih parah dari biasanya. Selain mengganggu aktivitas harian, warga juga harus berjibaku membersihkan sampah yang berserakan setelah air surut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mereka meminta adanya langkah nyata dari pemerintah daerah, terutama Pemerintah Kabupaten Sumenep.

“Biasanya yang terdampak hanya rumah-rumah dekat pantai, tapi kali ini luapan air sampai ke Dusun Bungin, Dusun Songai, dan sebagian Dusun Masjid. Bahkan jalan poros desa di Songai pun tidak bisa dilewati karena air begitu tinggi,” ujar Damayanti, warga Dusun Timur Songai, Jum’at (30/05/2025)

Damayanti menyebut bahwa bencana ini bukan semata disebabkan oleh faktor alam, melainkan juga minimnya infrastruktur pengendali banjir.

Baca Juga :  Presiden Jokowi Resmikan Mayapada Hospital Bandung

Ia berharap pemerintah kabupaten dapat mengambil peran lebih serius.

“Kami sangat membutuhkan pembangunan drainase, tanggul laut, dan normalisasi sungai dari hulu hingga hilir. Ini bukan hal yang bisa ditangani dengan dana desa saja,” imbuhnya.

Selain itu, ia menyoroti masalah sampah yang semakin memperparah kondisi.

Menurutnya, kebiasaan warga membuang sampah ke laut menjadi bumerang saat banjir rob datang.

“Sampah terbawa air pasang dan berserakan ketika surut. Kalau dibiarkan membusuk, itu bisa menjadi sumber penyakit. Kami butuh fasilitas pengelolaan sampah yang memadai agar warga tidak lagi membuang sampah sembarangan,” jelas Damayanti.

Keluhan serupa juga disampaikan Abdullah, warga Dusun Bungin Nyarat.

Baca Juga :  Ngopi Bareng, Bupati Ra Achmad Fauzi Apresiasi DPC PWRI Sumenep

Ia mengaku wilayahnya menjadi salah satu titik terdampak paling parah akibat genangan yang terjadi hampir merata ke rumah-rumah warga.

“Sudah empat hari ini air masuk ke rumah-rumah. Warga bukan hanya harus menghadapi air laut yang naik, tapi juga sampah-sampah yang menyebar ke mana-mana. Sarana pengelolaan sampah sangat dibutuhkan di desa kami,” ujarnya.

Menurut Abdullah, warga juga butuh pendampingan dan edukasi untuk tidak lagi membuang sampah ke laut.

Ia menilai, perilaku tersebut tak hanya merusak lingkungan, tetapi juga memperparah dampak banjir rob yang kini kian sering terjadi.

“Kami berharap pemerintah membangun tanggul laut dan menyediakan tempat pembuangan serta pengolahan sampah. Kalau fasilitasnya ada, warga pasti lebih sadar untuk menjaga lingkungan,” tegasnya.

Sejumlah warga lainnya menyatakan bahwa banjir rob hampir rutin terjadi setiap bulan, namun kali ini lebih masif dan sangat mengganggu aktivitas harian.

Baca Juga :  Presiden Harap Momentum Abad Ke-2 Jadi Penanda Kebangkitan Baru NU

Mereka khawatir jika tidak segera ditangani, dampak buruknya akan semakin luas, termasuk potensi masalah kesehatan.

“Sampah yang terbawa air rob dan dibiarkan menumpuk itu berpotensi jadi sumber penyakit. Kami mohon ada tindakan nyata dari pemerintah,” ujar warga lainnya yang enggan disebutkan namanya.

Warga Desa Saobi kini berharap perhatian lebih dari pemerintah daerah, mengingat keterbatasan anggaran desa yang tidak mencukupi untuk membangun infrastruktur besar. Mereka ingin solusi jangka panjang, bukan hanya respons sesaat saat bencana terjadi. (REDJAVA****)

Follow WhatsApp Channel javanetwork.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

BERITA TERKAIT

Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD
PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni
Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep
154 Warga Binaan Rutan Sumenep Terima Remisi HUT ke-81 RI, 2 Langsung Bebas
75 Paskibraka Sumenep Sukses Kawal HUT ke-81 RI, Honor Cair dan Evaluasi Besar Disiapkan
Camat Pragaan Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Kobarkan Nasionalisme dan Perkuat Kebersamaan Warga
HUT ke-81 RI, PDI Perjuangan Sumenep Tekankan Semangat Gotong Royong dan Kerja Nyata
HUT ke-81 RI di Sumenep, Bupati Fauzi Bicara Kemerdekaan yang Harus Terasa

BERITA TERKAIT

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:32 WIB

Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:21 WIB

154 Warga Binaan Rutan Sumenep Terima Remisi HUT ke-81 RI, 2 Langsung Bebas

Senin, 17 Agustus 2026 - 17:54 WIB

75 Paskibraka Sumenep Sukses Kawal HUT ke-81 RI, Honor Cair dan Evaluasi Besar Disiapkan

BERITA TERBARU