JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Sumenep kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun lingkungan pendidikan yang aman dan ramah anak.
Bersama dengan Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Sumenep, HIMPSI menggelar roadshow sosialisasi pencegahan kekerasan di lingkungan lembaga pendidikan selama sepekan penuh.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari sinergi strategis antara HIMPSI Sumenep dan Dinsos P3A Kabupaten Sumenep yang telah dirintis sebelumnya. Roadshow dimulai pada Senin, 21 April 2025, di MAN Sumenep dan akan berlanjut hingga Jumat, 25 April 2025, menjangkau sekolah-sekolah ramah anak lainnya, yakni SMAN 1 Sumenep, SMPN 1 Sumenep, SMAN 1 Bluto, dan SMKN 1 Sumenep.
Sosialisasi ini menyasar para guru dan tenaga pendidik dari sekolah-sekolah ramah anak se-Kabupaten Sumenep, dengan harapan mampu memperkuat peran mereka sebagai garda terdepan dalam mencegah kekerasan di dunia pendidikan.
Siti Suhartinah, S.Psi., Pengurus HIMPSI Sumenep bidang Kerjasama, Hubungan dan Pengabdian Masyarakat, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar penyuluhan biasa, melainkan sebuah gerakan bersama untuk menciptakan sekolah yang betul-betul aman secara psikologis dan sosial bagi peserta didik.
“Pendidikan yang aman adalah hak dasar setiap anak. Roadshow ini menjadi langkah konkret HIMPSI Sumenep dalam mendorong transformasi pola pikir dan tindakan di sekolah agar benar-benar menjadi tempat tumbuh yang sehat secara emosional,” tegas Siti.
Sementara itu, Dr. Zamzami Sabiq, M.Psi., Ketua HIMPSI Sumenep, menekankan bahwa kekerasan dalam bentuk apa pun di lingkungan sekolah harus dihentikan, baik itu kekerasan fisik, verbal, maupun psikologis.
“Kekerasan di sekolah bukan hanya mencederai fisik, tetapi juga menghancurkan masa depan anak. HIMPSI hadir untuk memberikan edukasi, advokasi, sekaligus pendampingan agar sekolah benar-benar menjadi zona bebas kekerasan,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa HIMPSI Sumenep siap menjadi mitra strategis bagi seluruh elemen pendidikan dan pemerintahan dalam membangun iklim sekolah yang sehat secara mental dan sosial.
Roadshow ini diharapkan dapat membuka ruang refleksi sekaligus aksi nyata dari para guru, kepala sekolah, dan stakeholder pendidikan untuk menyusun strategi preventif dan responsif terhadap kasus-kasus kekerasan di lingkungan sekolah. (REDJAVA****)












