JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Tantangan pengasuhan anak di era digital menjadi sorotan utama dalam kegiatan parenting yang digelar Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Sumenep, Rabu, 16 April 2025.
Bertempat di Aula Kantor Disbudporapar, kegiatan ini menghadirkan Ketua Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Cabang Sumenep, Dr. Zamzami Sabiq, M.Psi., sebagai narasumber.
Sosok yang juga dikenal sebagai Wakil Pengasuh Pondok Pesantren Nasyrul Ulum Aengdake, Bluto, ini aktif mengedukasi masyarakat soal literasi digital dalam pola pengasuhan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam paparannya berjudul “Tantangan Mendidik Anak di Era Digital”, Dr. Zamzami mengajak para ibu anggota DWP untuk membuka mata terhadap realitas baru dalam membesarkan anak-anak yang lahir sebagai digital native generasi yang akrab dengan teknologi sejak dini.
Karena itu, menurutnya, orang tua harus siap bertransformasi menjadi digital mentor.
“Dunia digital tidak bisa dihindari, tapi bisa disikapi. Tugas orang tua bukan menggantikan teknologi, melainkan mendampingi anak agar tetap hadir secara emosional, meski mereka kerap hadir secara digital,” tegasnya.
Dr. Zamzami juga memaparkan sejumlah data mengkhawatirkan: 70 persen orang tua memberikan gadget kepada anak usia 6 bulan hingga 4 tahun saat sibuk, dan 25 persen lainnya membiarkan anak menggunakan gadget sebelum tidur tanpa pengawasan.
Kondisi ini dinilai memicu risiko gangguan fokus, kecanduan digital, hingga terpapar cyberbullying.
Sebagai solusi, ia membagikan panduan batasan penggunaan gawai sesuai usia berdasarkan rekomendasi American Academy of Pediatrics.
“Kami menekankan juga pentingnya membangun komunikasi hangat dan menumbuhkan literasi digital dalam keluarga sebagai benteng utama dari dampak negatif dunia maya,” tutupnya.
Sementara Ketua DWP Disbudporapar, Ny. Dewi Amborowati Iksan, S.Pd., dalam sambutannya menyampaikan pentingnya penguatan peran ibu dalam pengasuhan di tengah gempuran teknologi.
“Kami ingin para ibu di lingkungan Disbudporapar menjadi pribadi tangguh dan sadar digital, agar mampu menjadi pendamping terbaik bagi anak-anak mereka. Karena mendidik anak hari ini, berarti menyiapkan masa depan bangsa,” ujarnya.
Kegiatan parenting ini disambut antusias oleh para peserta. Selain menjadi ruang refleksi, forum ini juga menjadi aksi nyata untuk membangun keluarga yang adaptif, cerdas digital, dan penuh kehangatan di tengah zaman yang serba cepat. (REDJAVA****)









