JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Upaya meningkatkan minat baca masyarakat terus digalakkan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Sumenep. Melalui program perpustakaan keliling (perpusling), Dispusip menghadirkan layanan baca langsung di ruang publik setiap Minggu sore, tepatnya di dua lokasi sekaligus, yakni Taman Baca (TB) dan kawasan wisata Tajamara, Pantai Slopeng.
Kepala Dispusip Kabupaten Sumenep, Rudi Yuyianto, S.E., M.Si., melalui Pustakawan Ahli Muda, Drs. Syaiful Bahri, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk membudayakan literasi di tengah masyarakat, khususnya di luar lingkungan pendidikan formal.
“Setiap Minggu sore, tim kami membawa koleksi buku yang variatif, mulai dari buku cerita anak, novel remaja, buku motivasi, hingga majalah dan buku pengetahuan umum. Lokasi kami pilih berdasarkan kepadatan pengunjung dan aksesibilitas,” kata Syaiful Bahri kepada media ini, Senin (14/04/2025).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
TB dan Tajamara dinilai sebagai dua lokasi yang sangat representatif. TB menjadi ruang komunitas yang cukup aktif dengan kegiatan literasi, sedangkan Tajamara adalah kawasan pantai yang mulai populer sebagai destinasi wisata keluarga.
“Di Tajamara, pengunjung bisa menikmati suasana pantai sambil membaca buku. Ini bukan hanya soal menyediakan bacaan, tetapi juga menciptakan pengalaman membaca yang menyenangkan dan santai,” imbuhnya.
Program ini pun mendapat sambutan antusias dari warga. Tak sedikit anak-anak dan orang tua yang singgah ke mobil perpusling sekadar untuk membaca buku bersama atau meminjam buku untuk dibaca di tempat.
Layanan ini bahkan memicu ketertarikan sejumlah komunitas pemuda dan pegiat literasi desa untuk berkolaborasi. Beberapa desa di wilayah Sumenep mulai mengajukan permohonan agar perpusling juga hadir di acara desa mereka, baik itu Car Free Day, festival budaya, maupun kegiatan posyandu.
“Kami ingin perpustakaan hadir di tengah masyarakat. Tidak hanya sebagai tempat membaca, tetapi juga sebagai ruang tumbuh bersama, bertukar pengetahuan, dan membangun peradaban. Literasi adalah fondasi pembangunan daerah,” tegas Syaiful Bahri.
Dispusip juga berencana memperluas jangkauan layanan perpusling ke wilayah kepulauan dan desa-desa pinggiran melalui kemitraan dengan sekolah, madrasah, dan perangkat desa. Selain itu, program Perpustakaan Desa yang akan segera diluncurkan turut menjadi penguat ekosistem literasi berbasis komunitas.
“Dengan semangat mendekatkan buku kepada masyarakat, kami (Dispusip Sumenep) berharap kehadiran perpusling bukan hanya menjadi fasilitas layanan baca semata, tetapi juga sebagai simbol hadirnya negara dalam mendorong kecerdasan rakyatnya,” pungkasnya. (REDJAVA****)










