JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Di balik tembok tinggi dan palang besi Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Sumenep, secercah cahaya harapan tak henti menyala. Bukan sekadar pembinaan, tetapi transformasi hidup lahir dari sehelai kain batik dan kini, karya itu akan menembus batas jeruji menuju panggung nasional.
Batik Catra, batik khas buatan tangan warga binaan Rutan Sumenep, akan mewakili kreativitas daerah dalam ajang bergengsi Indonesian Prison Product and Arts Festival (IPPA Fest) 2025, yang digelar pada 21–23 April di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. Festival dengan tema “Creation Beyond The Bars” ini akan menjadi etalase nasional bagi potensi dan karya warga binaan dari seluruh Indonesia.
Tak sekadar corak dan warna, Batik Catra adalah simbol harapan, bukti bahwa dari tempat yang seringkali dianggap gelap, bisa lahir karya-karya yang terang. Beberapa motif batik Catra bahkan telah mengantongi hak cipta, menjadi legitimasi bahwa kreativitas tak bisa dibatasi tembok dan palang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Rutan Kelas IIB Sumenep, Ridwan Susilo, menyambut penuh kebanggaan atas keterlibatan institusinya dalam IPPA Fest 2025.
“Kami tak hanya membawa batik ke Jakarta. Kami membawa pesan: bahwa pemasyarakatan bukan soal menghukum, tapi memulihkan. Bahwa di balik jeruji, ada tangan-tangan yang bekerja, hati yang bertobat, dan cita-cita yang tak padam,” tuturnya, Senin (14/4/2025).
Ia menambahkan, program pembinaan seperti membatik bukan sekadar pengisi waktu. Ia adalah sarana terapi, pemulihan harga diri, dan jembatan menuju reintegrasi sosial yang lebih manusiawi.
“Kami ingin publik melihat lebih dari masa lalu para warga binaan. Lihatlah tekad mereka hari ini. Batik Catra adalah manifestasi dari proses perubahan itu. Dari tangan yang dulu tersesat, kini lahir karya yang layak dibanggakan,” imbuh Ridwan.
Partisipasi Rutan Sumenep dalam IPPA Fest 2025 tak hanya membawa misi seni dan ekonomi. Lebih dari itu, ini adalah diplomasi moral, kampanye sunyi bahwa semua orang punya kesempatan kedua dan negeri ini harus membuka jalan bagi mereka.
Rutan Sumenep pun optimistis, langkah ini akan membuka jejaring baru, baik dalam pemasaran maupun kolaborasi dengan pelaku industri kreatif. Ridwan menyebut dukungan masyarakat dan stakeholder menjadi kunci agar program pembinaan ini tidak hanya bertahan, tapi berkembang dan berdampak luas.
“Kami sedang menyiapkan masa depan. Bukan hanya untuk mereka yang di dalam, tetapi untuk masyarakat yang akan menerima mereka kembali. IPPA Fest ini bukan garis akhir—ini adalah awal dari perjalanan baru,” pungkasnya. (REDJAVA****)








