JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Dalam nuansa Ramadhan yang penuh keberkahan, Pimpinan Cabang (PC) Pagar Nusa Kabupaten Sumenep menggelar Ziarah dan Bersih-Bersih Makam pada Ahad, 16 Maret 2025.
Kegiatan ini bukan sekadar ritual tahunan, tetapi sebuah ikhtiar merawat warisan spiritual para ulama dan pejuang Islam di Sumenep.
Ziarah dimulai di Asta KH. Abi Sujak di Kebunagung, sosok pelopor NU yang meninggalkan jejak perjuangan besar di tanah Madura.
Kemudian, rombongan melanjutkan perjalanan ke makam K. Moh. Aliwafa, seorang figur sentral dalam perkembangan Pagar Nusa di Sumenep.
Dalam suasana yang khidmat, peserta tidak hanya berziarah, tetapi juga membersihkan area makam sebagai bentuk penghormatan kepada para pendahulu.
Setelah itu, kegiatan berlanjut dengan tahlil, ceramah agama, serta buka puasa bersama di Mushalla Asta KH. Abi Sujak.
Dalam sambutannya, Dr. Zamzami Sabiq Hamid, M.Psi., menekankan empat hikmah utama dari ziarah ini.

“Pertama, hikmah silaturahmi, yang bukan hanya menghubungkan kita dengan sesama, tetapi juga dengan para pendahulu. Kedua, rahmatan lil amwat, sebagai bukti kasih sayang kita kepada mereka yang telah mendahului. Ketiga, tadzkiratal lil ahya’, sebagai pengingat bagi yang masih hidup agar terus berbuat kebaikan. Dan keempat, tabarrukan, mengambil keberkahan dari jejak perjuangan para ulama dan tokoh sholeh,” kata Dr. Zamzami.
Dirinya yang juga Wakil Pengasuh Pondok Pesantren Nasyrul Ulum Aengdake, Bluto, menegaskan bahwa ziarah bukan sekadar mengenang masa lalu, tetapi juga menjadi cerminan bagi kehidupan masa depan.
“Setiap langkah kita di tempat ini adalah pengingat bahwa suatu hari nanti, kita juga akan kembali kepada-Nya,” ungkapnya.
Sementara Ketua PC Pagar Nusa Sumenep, Drs. KH. Abdul Muiz, MM., dalam sambutannya mengapresiasi semangat para peserta yang hadir.
Ia menekankan pentingnya menjaga tradisi dan meneruskan perjuangan para ulama dalam membangun Islam Ahlussunnah wal Jama’ah di Sumenep.
“Kegiatan ini bukan sekadar ziarah, tetapi refleksi perjuangan. Kita harus terus membela agama dan membina generasi muda agar berakhlakul karimah,” tegasnya.
Sebagai penutup, suasana kebersamaan semakin terasa dalam buka puasa bersama. Dalam momen sakral itu, para peserta saling berbagi cerita dan inspirasi, seakan merajut kembali sejarah keislaman yang telah diwariskan para pendahulu.
Di tengah hiruk-pikuk dunia modern, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa sejarah bukan untuk dilupakan, tetapi untuk dijaga dan dilanjutkan. Dan Pagar Nusa Sumenep, dengan komitmennya yang kuat, memastikan warisan keislaman ini tetap hidup di hati generasi mendatang. (REDJAVA****)










