JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Dalam upaya memperkuat komunikasi antara legislatif dan masyarakat sipil, anggota DPRD Sumenep dari Fraksi PDI Perjuangan, H. Hosnan Abrori, menggelar pertemuan strategis bersama insan media, aktivis LSM, dan pengacara di Desa Gunggung, Kecamatan Batuan, Sabtu (15/3/2025).
Kegiatan ini digelar selepas salat Tarawih, silaturahmi ini menjadi momentum penting dalam membangun sinergi untuk mengawal kebijakan pemerintah agar tetap berpihak kepada masyarakat.
Dalam suasana yang penuh keakraban, Hosnan menegaskan bahwa tugas seorang wakil rakyat tidak berhenti di ruang parlemen.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, keterlibatan langsung dengan masyarakat menjadi kunci utama dalam memastikan aspirasi rakyat benar-benar tersampaikan dan diperjuangkan.
“Saya ingin hadir di tengah masyarakat, mendengar langsung keluh kesah mereka, dan memastikan suara mereka tidak hanya berhenti di ruang diskusi, tetapi menggema dalam setiap kebijakan yang dihasilkan,” ujarnya disela-sela kegiatan.
Lebih lanjut, politisi asal Raas ini menekankan pentingnya peran berbagai elemen masyarakat dalam mengawasi jalannya pemerintahan.
Dirinya menyatakan kontrol sosial yang kuat dapat mencegah potensi penyimpangan serta memastikan bahwa setiap kebijakan yang diterapkan benar-benar membawa manfaat bagi rakyat.
“Pemerintah memiliki kewenangan dalam menjalankan kebijakan, tetapi peran masyarakat sebagai pengawas sangat diperlukan agar kebijakan tersebut berjalan dengan transparan dan sesuai dengan kebutuhan rakyat,” ungkapnya.
Tak hanya berbicara mengenai pengawasan, Hosnan juga mengajak generasi muda untuk lebih aktif dalam dunia politik.
Ia menekankan bahwa regenerasi kepemimpinan harus terus berjalan, dan anak muda tidak boleh sekadar menjadi penonton dalam dinamika pembangunan daerah.
“Jangan ragu untuk berperan dalam politik. Ini bukan hanya tentang kekuasaan, tetapi tentang kebermanfaatan bagi masyarakat. Jika ingin perubahan, kita harus menjadi bagian dari perubahan itu sendiri,” tandasnya.
Silaturahmi ini mendapat respons positif dari para peserta. Banyak yang menilai langkah Hosnan sebagai bentuk keterbukaan dalam membangun komunikasi dua arah dengan masyarakat, sesuatu yang masih jarang dilakukan oleh sebagian politisi.
Dengan agenda yang jelas dan semangat yang kuat, pertemuan ini diprediksi akan menjadi titik awal dalam memperkuat kolaborasi antara legislatif dan masyarakat sipil di Sumenep. Acara ini diakhiri dengan doa bersama serta sesi foto sebagai simbol kebersamaan dan komitmen dalam mengawal kebijakan publik. (REDJAVA****)








