JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Menyambut bulan suci Ramadan, Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskop UKM Perindag) bekerja sama dengan Perum Bulog Madura di Pamekasan menggelar operasi pasar murah.
Program ini bertujuan untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan pasokan bahan pangan tetap terjangkau bagi masyarakat, terutama menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN) hingga perayaan Idulfitri.
Kepala Diskop UKM Perindag Sumenep, Moh. Ramli, S.Sos, M.Si., menegaskan bahwa pasar murah ini merupakan langkah strategis untuk membantu masyarakat, khususnya kelompok ekonomi rentan, agar tetap dapat memenuhi kebutuhan pokok tanpa terbebani lonjakan harga.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami memastikan harga yang diterapkan dalam pasar murah ini sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) atau bahkan lebih rendah dari harga pasar. Ini merupakan bentuk nyata intervensi pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat selama Ramadan,” ujar Moh. Ramli kepada media ini, Selasa (03/03/2025) malam.
Pasar murah akan digelar di berbagai kecamatan dengan sistem distribusi yang adil. Setiap pembeli dibatasi maksimal dua unit per komoditas untuk memastikan pemerataan. Program ini akan berlangsung selama delapan hari, dimulai pada 4 Maret 2025 di Kecamatan Bluto.

Jadwal Lengkap Pasar Murah Ramadan 2025:
✅ 4 Maret: Kecamatan Bluto
✅ 6 Maret: Kecamatan Kota Sumenep (Taman Potre Koneng, depan Pendopo Agung Keraton Sumenep)
✅ 12 Maret: Kecamatan Pragaan (Pasar Prenduan)
✅ 13 Maret: Kecamatan Kota (Taman Potre Koneng)
✅ 18 Maret: Kecamatan Kalianget (Kantor Kecamatan/Pasar Kalianget)
✅ 26 Maret: Kecamatan Ambunten (Kantor Kecamatan)
✅ 27 Maret: Kecamatan Kota (Taman Potre Koneng)
Selain program yang digagas Pemkab Sumenep, pemerintah pusat juga turut berperan dengan menyelenggarakan pasar murah di Kantor Pos Kota Sumenep dan Kantor Pos Kecamatan Bluto. Bahkan, cakupan program ini rencananya akan diperluas ke seluruh kecamatan di Sumenep guna memastikan manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Moh. Ramli juga menekankan pentingnya peran distributor dan pedagang dalam menjaga kelancaran pasokan serta menghindari praktik spekulasi yang dapat menyebabkan gejolak harga.
“Kami mengimbau para pelaku usaha untuk tidak menimbun stok dan memastikan distribusi berjalan lancar. Masyarakat juga diharapkan tidak melakukan aksi borong berlebihan karena pasokan pangan dipastikan cukup dan akan terus kami pantau,” tegasnya.
Dengan sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan sektor usaha, diharapkan program ini dapat menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan selama Ramadan hingga Idulfitri, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tenang tanpa terbebani lonjakan harga kebutuhan pokok. (REDJAVA****)









