JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Suasana SDN Pangarangan 1 Sumenep berubah menjadi arena pertunjukan budaya dan pasar tradisional yang semarak pada Sabtu (22/2/2025). Kegiatan bertajuk “Market Day dan Panggung Budaya” ini menjadi magnet bagi para siswa, guru, dan orang tua yang antusias menyaksikan penampilan seni serta menjajakan aneka kuliner khas daerah.
Acara yang dikemas dalam bentuk pembelajaran interaktif ini menjadi implementasi nyata pendidikan Pancasila, khususnya dalam mengenalkan keberagaman budaya Indonesia kepada siswa sejak dini.
Kepala SDN Pangarangan 1 Sumenep, Slamet Santoso, menegaskan bahwa kegiatan ini tidak sekadar seremonial, tetapi juga memiliki dampak edukatif yang besar.
“Kami ingin anak-anak tidak hanya mengenal budaya lewat buku pelajaran, tetapi juga mengalaminya langsung. Mereka belajar menghargai seni, mengenal kuliner tradisional, hingga mengembangkan keterampilan kewirausahaan,” ujar Slamet saat membuka acara secara resmi.
Sorak kagum dan tepuk tangan riuh menggema saat para siswa menampilkan tari-tarian daerah yang dikemas apik dalam sesi Panggung Budaya.
Dengan mengenakan busana adat yang berwarna-warni, mereka menari dengan penuh semangat diiringi alunan gamelan dari Sanggar Kemuning yang dipimpin oleh Rinto Prayitno.
Ketua pelaksana kegiatan, Muzaroh, menilai acara ini sebagai momentum penting untuk mengasah keberanian dan rasa percaya diri siswa.
“Anak-anak belajar menampilkan bakatnya di depan banyak orang. Ini bukan sekadar pertunjukan seni, tetapi juga ajang membangun karakter,” ujarnya, Minggu (23/02/2025).
Tak kalah menarik, suasana di area Market Day pun begitu hidup. Setiap kelas membuka stand dengan beragam jajanan tradisional khas Kabupaten Sumenep, seperti apem, rengginang, dan klepon. Para siswa bertindak langsung sebagai pedagang cilik, menawarkan dagangan mereka dengan penuh antusias.
Selain melatih keterampilan berdagang, kegiatan ini juga mengajarkan siswa tentang manajemen keuangan sederhana, mulai dari menghitung modal hingga mengelola keuntungan. Orang tua dan guru turut mendampingi, menciptakan atmosfer edukatif yang menyenangkan.
“Kami ingin anak-anak memahami konsep kewirausahaan sejak dini. Mereka belajar cara berkomunikasi, mengatur keuangan, dan bekerja sama dalam tim,” tambah Muzaroh.
Dengan pendekatan pembelajaran yang inovatif, SDN Pangarangan 1 Sumenep berhasil menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus bermakna. Harapannya, kegiatan ini dapat menjadi agenda tahunan yang terus berkembang.
“Kami bangga bisa menghadirkan acara yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan dampak positif bagi perkembangan karakter dan keterampilan siswa,” pungkas Slamet Santoso. (REDJAVA****)











