JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Upaya memberantas peredaran narkotika di dalam lembaga pemasyarakatan semakin digencarkan.
Kepala Rumah Tahanan (Rutan) Sumenep, Ridwan Susilo, bersama Kepala Lapas Pamekasan dan Kepala Lapas Narkotika Pamekasan, melakukan koordinasi strategis dengan Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sumenep, Bambang Sutrisno, Rabu (19/2/2025).
Pertemuan ini menjadi langkah konkret memperkuat sinergi dalam program rehabilitasi warga binaan serta Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di lingkungan pemasyarakatan.
Diskusi berlangsung intens dengan membahas berbagai strategi kunci, termasuk optimalisasi rehabilitasi bagi warga binaan kasus narkotika sebelum kembali ke masyarakat.
Pihak Rutan dan Lapas juga menegaskan komitmennya dalam meningkatkan deteksi dini, pengawasan ketat, serta edukasi mendalam guna menekan peredaran narkoba di dalam tahanan.
“Kami tidak ingin ada celah bagi narkoba di lingkungan pemasyarakatan. Pengawasan akan diperketat, program rehabilitasi akan diperkuat, dan kami akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan Lapas dan Rutan benar-benar bersih dari narkotika,” kata Ridwan Susilo kepada media ini lewat pesan WhatsAppnya, Kamis (20/02/2025).
Langkah ini sejalan dengan akselerasi program nasional yang dicanangkan Menteri Hukum dan HAM, Agus Andrianto, yang menargetkan pemberantasan narkoba dan berbagai modus kejahatan dalam sistem pemasyarakatan.
“Dengan kerja sama lintas lembaga, diharapkan upaya ini tidak hanya sebatas wacana, melainkan benar-benar memberikan dampak nyata,” tutupnya.
Sementara itu, Kepala BNNK Sumenep, Bambang Sutrisno, menegaskan kesiapan pihaknya dalam mendukung penguatan rehabilitasi dan pemberantasan narkoba di lapas dan rutan.
“Kami siap bersinergi secara total. Tidak ada tempat bagi pengedar maupun pengguna narkoba di lingkungan pemasyarakatan. Kami akan terus mengawal agar program ini berjalan efektif,” ujarnya.
Koordinasi ini diharapkan menjadi momentum penting dalam membangun benteng pertahanan yang lebih kokoh terhadap ancaman narkoba di dalam rutan dan lapas.
Sinergi yang semakin solid antar-lembaga menjadi kunci untuk mewujudkan sistem pemasyarakatan yang bersih, transparan, dan berorientasi pada pemulihan warga binaan. (REDJAVA****)












