JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Syofiatul Hasanah, mahasiswi Ma’had Aly Hasyim Asy’ari Tebuireng, dikenal sebagai sosok muda berprestasi dengan dedikasi tinggi di bidang akademik dan kepemimpinan. Lahir di Sumenep pada 23 Agustus 2002, ia telah membuktikan dirinya sebagai mahasiswa yang tidak hanya unggul dalam pendidikan tetapi juga aktif di berbagai organisasi.
Perjalanan akademiknya dimulai dari TK Darul Ulum Gili Raja, kemudian melanjutkan ke MIN Kolor Sumenep, MTs Nurul Islam Karangcempaka, hingga MA Nurul Islam Karangcempaka. Saat ini, ia tengah menempuh pendidikan tinggi di Ma’had Aly Hasyim Asy’ari Tebuireng sejak 2020.
Tak hanya berprestasi di bidang akademik, Syofiatul juga aktif di berbagai organisasi. Ia pernah menjabat sebagai Pengurus IKSNI Pesantren Nurul Islam dan OSIS LPBA Nurul Islam (2019-2020). Perannya semakin berkembang dengan menjadi pengurus SEMA Ma’had Aly Hasyim Asy’ari, serta aktif di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) baik di tingkat rayon maupun komisariat.
Di dunia jurnalistik, ia menunjukkan kepiawaiannya sebagai Redaktur Media Kampus Ma’had Aly Hasyim Asy’ari serta Tebuireng Initiatives sejak 2021. Selain itu, keterlibatannya dalam Pesantren Sains Tebuireng menjadi bukti komitmennya dalam membina santri di bidang akademik dan riset.
Prestasi akademiknya pun tak kalah membanggakan. Syofiatul tercatat sebagai penerima LPPD East Java Provincial Scholarship dan Tebuireng Islamic Boarding Scholarship, serta meraih penghargaan sebagai wisudawati berprestasi. Ia juga dinobatkan sebagai penulis artikel jurnal terbaik tingkat nasional, membuktikan bahwa prestasinya bukan hanya di tingkat lokal, tetapi juga di skala nasional.
Keikutsertaan Syofiatul dalam forum internasional ini diharapkan dapat mengangkat nama Sumenep serta menunjukkan bahwa anak muda dari daerah juga memiliki potensi besar untuk bersaing di tingkat global.
Dukungan Pemerintah Diharapkan, Peluang Generasi Muda Sumenep untuk Bersinar di Kancah Dunia
Partisipasi Syofiatul Hasanah dalam International Volunteer – Chapter Malaysia merupakan bukti bahwa generasi muda Sumenep memiliki kapasitas untuk berkiprah di panggung internasional. Namun, keberangkatan ini membutuhkan dukungan nyata, terutama dari Pemerintah Kabupaten Sumenep.
Jika Pemkab Sumenep memberikan bantuan finansial, ini bukan hanya sekadar dukungan untuk individu, tetapi juga bentuk investasi dalam menciptakan generasi muda yang unggul dan berdaya saing. Keberhasilan Syofiatul nantinya bisa menjadi motivasi bagi pelajar dan mahasiswa lain di Sumenep untuk berani meraih peluang lebih besar di dunia internasional.
Masyarakat Sumenep pun diharapkan turut mendukung langkah Syofiatul dalam mewakili daerahnya di kancah dunia. Keberangkatannya bukan hanya sekadar perjalanan akademik, tetapi juga membawa misi besar untuk memperkenalkan potensi generasi muda Sumenep ke mata dunia.
Kini, harapan besar tertuju pada respon Pemerintah Kabupaten Sumenep. Apakah mereka akan turut serta dalam mendukung kiprah anak muda daerah untuk mengharumkan nama Indonesia? Jawabannya akan menjadi penentu bagi masa depan generasi penerus Sumenep dalam meraih prestasi di level global. (REDJAVA****)











