JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Dengan tekad mencetak lulusan yang kompeten dan siap menghadapi dunia kerja, SMK Nasyrul Ulum Aengdake Bluto menggelar Uji Kompetensi Keahlian (UKK) bagi siswa Program Keahlian Agribisnis Pengolahan Hasil Perikanan (APHPi).
Ujian ini berlangsung selama dua hari, yakni Selasa (11/2/2025) dan Sabtu (15/2/2025), di Laboratorium Pengolahan Hasil Perikanan sekolah tersebut.
UKK menjadi salah satu momen penting bagi siswa dalam membuktikan keterampilan mereka. Kepala SMK Nasyrul Ulum Aengdake, Nurul Yaqin, M.Pd., menegaskan bahwa ujian ini bukan sekadar formalitas, melainkan tahapan krusial dalam memastikan kesiapan lulusan menghadapi dunia kerja maupun wirausaha.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami ingin lulusan SMK Nasyrul Ulum tidak hanya unggul secara teori, tetapi juga memiliki keterampilan nyata yang bisa langsung diterapkan. UKK ini menjadi ajang pembuktian bagi siswa bahwa mereka siap bersaing di industri perikanan maupun berwirausaha secara mandiri,” kata Nurul Yaqin kepada media ini, Selasa (11/2/25).
Ujian ini menilai berbagai aspek keterampilan siswa, mulai dari ketepatan prosedur pengolahan hasil perikanan hingga inovasi produk yang dihasilkan.
Sekolah menghadirkan penguji eksternal dan internal yang memiliki pengalaman di bidangnya untuk memastikan standar penilaian yang ketat dan objektif.
Selain untuk Program Keahlian APHPi, SMK Nasyrul Ulum juga akan menggelar UKK bagi siswa Program Keahlian Agribisnis Perikanan Air Tawar (APAT) pada April 2025.
Langkah ini merupakan bagian dari komitmen sekolah dalam membekali siswa dengan keterampilan yang relevan dan sesuai dengan kebutuhan industri.
“Kami ingin memastikan setiap lulusan kami memiliki daya saing dan mampu beradaptasi dengan perkembangan industri perikanan. Dengan UKK ini, mereka tidak hanya mendapatkan pengakuan formal atas keahlian mereka, tetapi juga pengalaman berharga yang akan menjadi bekal di masa depan,” ungkapnya.
Melalui pelaksanaan UKK ini, SMK Nasyrul Ulum berharap para lulusan tidak hanya menjadi tenaga kerja terampil, tetapi juga mampu menciptakan peluang baru di sektor perikanan. Sebab, masa depan industri ini ada di tangan generasi muda yang inovatif dan berdaya saing tinggi.









