JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Camat Rubaru, Tabrani, S.P., menggelar rapat koordinasi (rakor) bersama Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimka) di Pendopo Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep, Madura, pada Kamis (06/02).
Rakor tersebut membahas optimalisasi distribusi pupuk bersubsidi agar tepat sasaran bagi para petani.
Selain Forkopimka, rapat ini juga dihadiri oleh koordinator penyuluh pertanian, para kepala desa se-Kecamatan Rubaru, serta tokoh masyarakat dan agama.
Camat Tabrani menegaskan bahwa salah satu langkah penting dalam mengawal distribusi pupuk adalah melakukan validasi data kelompok tani guna menghindari tumpang tindih data dan potensi penyalahgunaan pupuk bersubsidi.
“Kami bersama petugas pertanian akan melakukan validasi keanggotaan kelompok tani, agar tidak ada nama yang tercantum di lebih dari satu kelompok. Ini penting untuk menghindari penyelewengan pupuk bersubsidi,” ujar Tabrani.
Ia juga menambahkan bahwa petani yang tidak menebus pupuk bersubsidi sesuai mekanisme yang berlaku akan dikenakan sanksi berupa pengurangan alokasi pada periode berikutnya.
Sementara itu, Koordinator Penyuluh Pertanian Kecamatan Rubaru, Robby Yunus, menjelaskan bahwa proses validasi data kelompok tani harus terus diperbarui setiap tahun.
Hal ini dilakukan karena adanya perubahan anggota kelompok akibat kematian, perpindahan domisili, atau faktor lainnya.
“Kami akan melakukan verifikasi ulang, termasuk mengecek status kepemilikan lahan apakah masih digarap atau telah digadaikan. Ini untuk memastikan hak petani tetap terjaga dan distribusi pupuk berjalan adil,” jelas Robby.
Saat ini, Kecamatan Rubaru memiliki 433 kelompok tani yang mendapatkan alokasi pupuk bersubsidi sebanyak 1.696 ton untuk jenis Urea dan 2.479 ton untuk NPK. Beberapa daerah juga menerima pupuk organik sebanyak 420 ton.
“Dengan langkah validasi ini, diharapkan distribusi pupuk bersubsidi dapat lebih optimal dan benar-benar bermanfaat bagi petani yang berhak menerimanya,” pungkasnya. (REDJAVA****)











