JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Sebanyak 35 kader dari berbagai Qabilah di Kwartir Cabang Arjasa, Sumenep, mengikuti Pelatihan Jaya Melati I yang digelar oleh Kwartir Wilayah Hizbul Wathan (HW) Jawa Timur.
Dilaksanakan dengan pendekatan hybrid, kegiatan yang berlangsung dari 14 hingga 27 Januari 2025 ini menggabungkan metode daring dan luring, membawa angin segar bagi perkembangan kepanduan di wilayah terpencil tersebut.
Dengan tujuan untuk memperkuat kompetensi pembina HW, pelatihan ini mencakup beragam materi penting, mulai dari Al-Islam Kemuhammadiyahan hingga pengembangan keterampilan kepemimpinan dan pengajaran.
Para peserta yang datang dari berbagai daerah ini berkesempatan menggali lebih dalam tentang keorganisasian, metodologi pengajaran, serta nilai-nilai kemandirian yang menjadi fondasi utama dalam kepanduan Hizbul Wathan.
Ketua Kwartir Cabang Arjasa, Aminullah, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya sebagai pelatihan biasa, melainkan merupakan momen bersejarah bagi Kwarcab Arjasa.
“Pelatihan Jaya Melati I adalah yang pertama kalinya diadakan di Arjasa, dan ini adalah langkah besar dalam upaya kami mengembangkan kualitas kepanduan di daerah ini. Kami berharap pelatihan ini dapat mencetak pemimpin masa depan yang berkualitas,” kata Aminullah, Senin (27/01/2025).
Sementara Ustadz Abu Hurairah, Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Arjasa, juga memberikan sambutan hangat atas terlaksananya kegiatan ini.
“Kami sangat mendukung dan mengapresiasi pelaksanaan Jaya Melati I yang pertama kali diadakan di Pulau Kangean. Ini adalah bentuk kontribusi nyata bagi pengembangan sumber daya manusia yang unggul di wilayah kami,” ujarnya.
Pada sisi lain, Fathurrahim Syuhadi, Ketua Kwartir Wilayah HW Jawa Timur, yang hadir langsung untuk membuka acara, menegaskan bahwa kehadirannya bersama tim pelatih di Pulau Kangean adalah untuk memastikan pelatihan berjalan dengan efisien dan efektif.
“Kami ingin lebih dekat dengan peserta dan melihat langsung bagaimana pelatihan ini dilaksanakan. Ini adalah langkah strategis agar kami dapat memberikan pengalaman pelatihan yang lebih berkesan dan bermanfaat,” ujar pria yang juga seorang instruktur pengkaderan nasional.
Dalam acara yang penuh makna ini, penyerahan bendera pelatihan oleh Ustadz Abu Hurairah kepada Bunda Maharti Rahayu Ningtyas, selaku Ketua Tim Pelatih Jaya Melati I, menjadi simbol dari amanah dan tanggung jawab besar yang diberikan kepada Kwartir Wilayah untuk memimpin pelatihan ini.
“Penyerahan bendera ini merupakan simbol dari komitmen kami untuk menjamin suksesnya pelatihan ini,” tambah Fathurrahim.
Keberhasilan Pelatihan Jaya Melati I ini menjadi bukti nyata bahwa pelatihan berkualitas dapat diselenggarakan di mana saja, bahkan di wilayah yang jauh sekalipun.
Dengan semangat yang membara, Kwartir Wilayah HW Jawa Timur berharap agar pelatihan semacam ini dapat terus berlanjut dan memberikan dampak positif yang besar bagi pengembangan kepanduan di seluruh wilayah Indonesia, khususnya di Pulau Kangean. (REDJAVA****)










