JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Peristiwa penganiayaan yang berujung kematian dengan menggunakan sajam yang diduga melibatkan antara kedua pendukung paslon Bupati dan Wakil Bupati Sampang Madura, mendapat perhatian khusus dari seluruh kalangan masyarakat.
Tidak terkecuali perhatian khusus pun datangnya dari Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (ITJI) Koordinator Daerah (Korda) Madura Veros Afif.
Ketua ITJI Korda Madura, Veros Afif menyampaikan bela sungkawa yang sangat mendalam atas meninggalnya korban jiwa Jimmy Sugito Putra yang, salah satu pendukung paslon Bupati dan Wakil Bupati Sampang Pilkada 2024.
“Innalillahii Wainnailaihii Rojiun, Kami sampaikan rasa duka cita mendalam atas meninggalnya Jimmy Sugito Putra. Semoga amal ibadahnya diterima disisi Allah SWT,” kata Veros Afif, Selasa 19 November 2024.
Dirinya juga tidak lupa mendoakan semoga dosa-dosa Jimmy Sugito Putra selama hidup di dunia mendapatkan ampunan dari Allah SWT dan diakui sebagai ummat Nabi Muhammad SAW.
“Semoga ini semua menjadi pembelajaran bersama bagi kita, bahwa sesekali jangan tukar rasa persaudaraan yang solid dengan momentum kontentasi politik yang cuma 5 tahun sekali digelar,” ungkapnya.
Ia menerangkan paska terjadinya insiden berdarah di Desa Ketapang Laok Kabupaten Sampang beberapa hari yang lalu, pihaknya meminta tegas seluruh pihak untuk mendinginkan suasana menjelang Pilkada serentak 2024.
“Kita harus percaya penuh kepada petugas kepolisian untuk segera mengusut tuntas apa yang menjadi pemicu insiden itu dan memberikan sanksi tegas kepada para pelaku penganiayaan,” tegasnya.
Veros yang juga jurnalis TV One itu mengajak kepada semua masyarakat untuk menjaga kondusifitas keamanan dan ketertiban umum, karena hal merupakan tanggung jawab bersama.
“Mari kita jaga bersama kondusifitas kamtibmas menjelang dan pasca pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak yang akan digelar pada Rabu 27 November 2024 mendatang,” tuturnya.
Ketua ITJI Korda Madura Veros Afif mengimbau terhadap para media untuk turut serta berperan aktif dalam mendukung kondusif kamtibmas tentunya dengan karya jurnalistik yang didasari dengan kode etik jurnalistik.
Hal itu menurut salah satu wartawan Senior di Kota Keris menyebut peran aktif para rekan-rekan kuli tinta (jurnalis) ini akan meminimalkan dampak negatif dari sebuah hasil karya tulis berupa pemberitahuan di media.
“Dalam pekerjaan peliputan. Kami harapkan rekan-rekan jurnalis mengedepankan kode etik jurnalistik Senin mampu meminimalkan dampak sebuah karya jurnalis,” pungkasnya. (REDJAVA****)












