JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – KKN STKIP PGRI Sumenep Posko 11 menggelar sarasehan dengan tema “Inovasi Pertanian Dalam Peningkatan Kemandirian Ekonomi Masyarakat”, bertempat di Balai Desa Palalang Kecamatan Pakong Kabupaten Pamekasan.
Kegiatan ini diikuti mahasiswa KKN STKIP PGRI Sumenep, KKN IAIN Madura dan anggota kelompok tani (Poktan) dari 4 Dusun, Dusun Palalang, Dusun Pandiyan, Dusun Sorok dan Dusun Pogak Desa Palalang, Kecamatan Pakong, Senin (12/08/2024).
Selain itu turut hadir Nurul Huda, BBA, SE, MM sebagai pemateri, Fajrul Hadi dari KKN STKIP PGRI Sumenep sebagai Moderator, Kades Palalang Zaifurrachman, S.Sos, MSi beserta perangkatnya termasuk anggota TP PKK Desa Palalang Kecamatan Pakong.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam kesempatan itu, Ketua Posko 11 KKN STKIP PGRI Sumenep, Misdawi mengatakan kegiatan sarasehan ini diselenggarakan untuk membangun dan mendorong masyarakat Desa Palalang untuk terus meningkatkan dan memajukan potensi di sektor pertanian.
“Kami melihat masyarakat di Desa Palalang Kecamatan Pakong ini sangat antusias menghadiri dan mengikuti acara sarasehan seperti ini,” kata Misdawi kepada media ini saat dikonfirmasi disela-sela kegiatan.
Dirinya berharap dengan digelarnya kegiatan sarasehan yang mengusung tema “Inovasi Pertanian Dalam Peningkatan Kemandirian Ekonomi Masyarakat” memotivasi semangat para petani untuk terus maju meningkatkan kualitas SDM nya
“Sehingga nantinya diharapkan para petani yang ada di 4 dusun di Desa Palalang Kecamatan Pakong mampu bersaing di kancah regional ataupun nasional melalui sektor pertanian,” tegas Misdawi
Sementara itu, DPL KKN STKIP PGRI Sumenep Posko 11, Dr. Mukhlisi M menegaskan untuk kegiatan sarasehan ini sangatlah penting karena inovasi dan kreasi di sektor pertanian harus terus dilakukan secara berkesinambungan.
“Kita tahu bahwa bangsa dan negara Indonesia adalah negara agraris sehingga kita tidak menjadi negara dengan julukan tidak cinta produk Indonesia malah terbelit dengan praktek impor,” ungkapnya.
Namun kata dia menututkan kita harus berusaha agar bisa menjadi negara swasembada pangan khususnya komoditi beras dan itu harus menjadi skala prioritas utama sehingga bisa menjadi negara pengekspor beras.
“Maka dari itu harus ada peningkatan, baik itu kualitas SDM nya, terutama sarana pendukung sebagai pemanfaatan dan peningkatan kemandirian ekonomi masyarakat dapat tercapai dalam waktu dekat,” tuturnya.
“Ingat negara kita adalah Gemah Ripah berarti negara jembar serta banyak rakyatnya; Loh Jinawi artinya subur makmur,” imbuhnya.
Dengan digelarnya sarasehan seperti ini juga diharapkan kepada generasi muda (G-Z) untuk tidak merasa gengsi atau takut untuk menjadi petani karena profesi petani adalah pekerjaan yang mulia sebagai penunjang ekonomi bangsa. (REDJAVA****)








